Gunungkidul

Tahun 2019, Kasus Gizi Buruk Masih jadi Pekerjaan Rumah Pemkab Gunungkidul

Tahun 2019, Kasus Gizi Buruk Masih jadi Pekerjaan Rumah Pemkab Gunungkidul

Tahun 2019, Kasus Gizi Buruk Masih jadi Pekerjaan Rumah Pemkab Gunungkidul
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM - Malnutrisi atau sering disebut dengan gizi buruk masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul di tahun 2019 ini meskipun trennya mengalami penurunan.

Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul kasus gizi buruk pada tahun 2017 mencapai 205 kasus dan menurun menjadi 160 kasus di tahun 2018.

Sementara untuk kasus gizi kurang dari 2.130 turun menjadi 2.122.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka mengatakan kasus gizi buruk paling banyak disebabkan oleh faktor penyerta, mulai dari bayi lahir prematur hingga penyakit.

Baca: Kunjungan Wisatawan ke Gunungkidul Selama 2018 Tak Penuhi Target Pemerintah Daerah

Sementara kasus gizi buruk karena disebabkan kekurangan makanan, menurut Priyanta, di Gunungkidul sudah tidak ada.

"Tetapi memang masyarakat Gunungkidul masih kurang perhatian untuk makan sayur dan buah masih kurang maksimal," ucapnya.

Sedangkan untuk gizi lebih ia mengatakan hal tersebut dapat memicu sejumlah penyakit, seperti obesitas, hipertensi, dan jantung.

Penyebab gizi lebih sendiri dikatakannya lebih pada pola perilaku yang memberi makan sembarang, tidak memperhatikan keseimbangan gizi. (tribunjogja)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved