Sleman

Sleman City Hall Ajak Anak Muda Cintai Budaya Lewat Drama Musikal

Sleman City Hall Ajak Anak Muda Cintai Budaya Lewat Drama Musikal Artis-artis muda didaulat memerankan drama musikal

Sleman City Hall Ajak Anak Muda Cintai Budaya Lewat Drama Musikal
TRIBUNjogja.com | Wahyu Setiawan
Brisia Jodie, Wafda dan Devano Danendra saat memainkan drama musikal berjudul 'Ada Cinta Yang Tertinggal Disini' di Kamala Grand Ballroom SCH lantai 3, Sabtu (29/12/2018) 

Sleman City Hall Ajak Anak Muda Cintai Budaya Lewat Drama Musikal

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sleman City Hall (SCH) menggelar drama musikal berjudul 'Ada Cinta Yang Tertinggal Disini' di Kamala Grand Ballroom SCH lantai 3, Sabtu
(29/12/2018) malam.

Artis-artis muda didaulat memerankan drama musikal ini, sebut saja Brisia Jodie, Devano Danendra, dan Wafda menjadi tokoh utama dari cerita tersebut.

Ketiganya bermain secara apik didepan ratusan penonton yang memadati ballroom sejak pukul 17.00 Wib yang dibantu pemeran senior lainnya.

Tak hanya melulu berkisah soal cinta, drama musikal ini menjadi upaya SCH untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda. Terlihat dari konsep cerita, latar
hingga kesenian dan tradisi yang kental unsur Yogyakarta dari awal hingga akhir acara.

"Melalui Drama Musikal ini kita ingin mengajak anak muda untuk menengok kembali budaya yang ada di sekitar kita khususnya di Yogyakarta, kita ingin mengajak anak muda
lebih mencintai budaya lokal," kata Elizabeth Deviena R, Public Relation SCH saat ditemui Tribunjogja.com usai acara.

Dalam pertunjukan tersebut, unsur budaya sepeti batik, tarian tradisional, gamelan hingga beberapa latar landmark khas Yogyakarta dihadirkan dalam pertunjukan drama
musikal ini.

Brisia Jodie, Wafda dan Devano Danendra saat memainkan drama musikal berjudul 'Ada Cinta Yang Tertinggal Disini' di Kamala Grand Ballroom SCH lantai 3, Sabtu (29/12/2018)
Brisia Jodie, Wafda dan Devano Danendra saat memainkan drama musikal berjudul 'Ada Cinta Yang Tertinggal Disini' di Kamala Grand Ballroom SCH lantai 3, Sabtu (29/12/2018) (TRIBUNjogja.com | Wahyu Setiawan)

"Sesuai dengan tagline kami, Pavilion Of Jogja, kami berusaha memberikan segala yang lekat dengan budaya lokal dan kita sebagai pintu gerbang Yogyakarta, sudah
sepatutnya menghadirkan unsur-unsur budaya dalam setiap momen yang kita berikan kepada pengunjung," lanjutnya.

Drama musikal ini sendiri bercerita tentang seorang sahabat yakni Devano Danendra yang berasal dari Jakarta ingin belajar budaya lokal seperti membatik dan menari
tradisional jawa di sanggar milik Pakdhe dari Brisia Jodie yang ada di Yogyakarta.

 Opening Concert Sleman City Hall Hadirkan Anji dan Letto

Namun ketika belajar di sanggar tersebut, mereka berdua bertemu dengan Wafda seorang murid dari sanggar pakdhe yang lebih dulu belajar.

Ketiganya akhirnya bertemu dan belajar bersama di sanggar milik pakde Brisia Jodie tersebut. Disitulah muncul bulir-bulir percintaan diantara ketiganya.

"Lewat Drama Musikal ini semoga SCH tetap bisa memberikan suguhan budaya-budaya dan memperkenalkan budaya Yogyakarta untuk para wisatawan dan mampu meningkatkan
kecintaan anak muda terhadap kebudayaan, budaya itu nggak kuno tapi keren dan mereka bisa menularkan ke teman-temannya," pungkas Eliza. ( tribunjogja.com )

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved