Pertumbuhan Ekonomi di DIY Catatkan Capaian Positif Sepanjang 2018

Sektor yang dominan di 2017 lalu yakni industri pengolahan, masih menjadi tumpuan dalam mendorong pertumbuhan tersebut.

Pertumbuhan Ekonomi di DIY Catatkan Capaian Positif Sepanjang 2018
centralfutures.com
Ilustrasi: Inflasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DIY berhasil mencatatkan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan sepanjang tahun 2018.

Melansir data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, sepanjang triwulan di tahun ini, rata-rata pertumbuhan ekonomi DIY selalu berada diatas pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 5,26%.

Sektor yang dominan di 2017 lalu yakni industri pengolahan, masih menjadi tumpuan dalam mendorong pertumbuhan tersebut.

Namun, secara bergantian pertumbuhan tersebut turut pula disetorkan dari sektor akomodasi makan minum dan lapangan usaha konstruksi seiring dengan digenjotnya pembangunan NYIA serta infrastruktur lain.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto, menyebutkan torehan iklim perekonomian yang positif tersebut turut ditopang oleh stabilitas inflasi.

Hingga Oktober 2018 inflasi DIY tercatat 2,7% (yoy).

Hal ini, kata dia, dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kemampuan pemerintah dalam mengendalikan harga yang relatif stabil sepanjang tahun ini.

"Namun ada juga beberapa sektor yang perlu diperhatikan, misalnya informasi dan komunikasi yang rata-rata dalam lima tahun tumbuh 6,39%, juga sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang pada kuartal III 2018 hanya tumbuh 0,18%," ujarnya tempo hari.

Lebih lanjut Budi mengatakan, perjalanan ekonomi pada 2018 memberikan beberapa pelajaran yang dapat dijadikan pelajaran guna memperkuat sinergi dalam memperkuat ketahanan di tengah kondisi ekonomi global yang masih akan kurang kondusif, yaitu diantaranya kenaikan suku bunga, melambatnya voume perdagangan dunia dan harga komoditas, serta risiko geopolitik yang tetap tinggi.

"Di sisi domestik, melebarnya Current Account Defisit (CAD) juga perlu perhatian kita bersama," ungkapnya.

Budi juga menyoroti sejumlah tantangan yang mesti diselesaikan di tahun-tahun berikut, yaitu berupa struktur pertumbuhan ekonomi yang belum berimbang, sensitif terhadap jumlah wisatawan, even-even dan hari libur, karena dominan pada sektor pariwisata, ketimpangan pendapatan yang tinggi serta angka kemiskinan yang masih di atas nasional.

"Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi DIY pada 2019 terakselerasi di kisaran 5,8-6,2% (yoy). Daya beli konsumen akan meningkat, didukung oleh peningkatan UMP, peningkatan penyaluran bantuan sosial, persiapan pelaksanaan Pemilu, serta frekuensi long weekend yang cukup banyak di tahun depan," tambahnya. (*)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved