Tol Bawen Yogyakarta

Menteri PUPR Pantau Pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta

Menteri PUPR memastikan rencana pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta jalan terus.

Menteri PUPR Pantau Pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono memastikan rencana pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta jalan terus.

Jalan tol yang akan menghubungkan Semarang, DIY dan daerah yang dilaluinya termasuk Magelang saat ini masih dalam tahap pembuatan trase jalan.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, pembangunan diperkirakan baru akan dimulai tahun 2020 mendatang.

"Saat ini kami sedang membikin trasenya, setelah itu akan masuk ke Gubernur Jawa Tengah, untuk penetapan lokasinya. Baru setelah itu tender dilakukan, dilanjutkan pembebasan lahan. Tahun 2019 mendatang, baru akan dilakukan penetapan lokasi, paling lama butuh waktu dua tahun lagi sebelum kita membangun," ujar Basuki, Jumat (28/12/2018), di sela peresmian rumah khusus di Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Basuki mengatakan, pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta itu bertujuan untuk aksesbilitas dan mempersingkat waktu tempuh antara daerah.

Ia mengatakan, dahulu waktu tempuh Yogyakarta ke Semarang hanya membutuhkan satu setengah jam, tetapi sekarang menempuh waktu lebih lama, sampai tiga jam.

Baca: Menikmati Jalan Tol Trans-Jawa Gratis - Jakarta ke Weleri Ditempuh hanya 5 Jam

"Jarak tempuhnya, saya kira Solo-Semarang, paling satu jam. Dulu kalau dari Jogja ke Semarang, satu setengah jam, sekarang sampai tiga jam. Jadi akan mempersingkat waktu tempuh.  Kalau ada tol, akan lebih cepat lagi," kata Basuki.

Dampak yang lain adalah untuk menarik lebih banyak orang untuk berkunjung baik ke daerah-daerah yang dilalui, atau ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

Sebelum tol dibangun, orang-orang yang berlabuh di Tanjung Emas Semarang, enggan untuk datang ke Jogja, atau Borobudur, karena jalanan yang macet.

"Nanti setelah tol dibangun, nanti yang dari solo, mau nginep di semarang, atau ingin lebih lama tinggal di semarang, atau mau ke Borobudur dapat dijangkau dengan waktu yang singkat, tanpa khawatir macet," kata Basuki. (*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved