Bisnis

KSEI Gunakan Data Dukcapil untuk Permudah Buka Rekening di Pasar Modal

KSEI Gunakan Data Dukcapil untuk Permudah Buka Rekening di Pasar Modal

KSEI Gunakan Data Dukcapil untuk Permudah Buka Rekening di Pasar Modal
istimewa
Dirjen Dukcapil Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh (kiri), Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi (kedua dari kiri), Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi (keempat dari kiri) dan Direktur Utama BEI Inarno Djajadi (kelima dari kiri) bersama perwakilan pelaku industri pasar modal Indonesia saat menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Ditjen Dukcapil, Kemendagri terkait Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan KTP-el dalam layanan jasa pasar modal pada Jumat, (21/12/2018) di Jakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 106 pelaku industri Pasar Modal Indonesia melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

PKS ini terkait pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dalam layanan jasa pasar modal.

Resolusi 2019 - Enam Cara Cerdas Mengubah Kebiasaan Agar Cepat Kaya mulai Tahun Depan

Penandatanganan tersebut dilakukan secara serentak oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh dengan perwakilan masing-masing perusahaan, yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), The Indonesian Capital Market Institute (TICMI) Perusahaan Efek, Manajer Investasi, dan Agen Penjual Reksa Dana.

Tunaiku Menutup 2018 Dengan Pertumbuhan Lima Kali Lipat

Kerja sama antara Ditjen Dukcapil dengan pelaku industri pasar modal telah berlangsung sejak 22 November 2016.

Saat itu 100 Pelaku Industri Pasar Modal Indonesia melakukan penandatangan bersama-sama sehingga menciptakan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Terbanyak Dalam Satu Hari.

Masa perjanjian kerja sama tersebut berakhir tahun ini. Namun, para pelaku industri pasar modal Indonesia bermaksud melaksanakan perpanjangan perjanjian kerja sama dengan Ditjen Dukcapil karena banyaknya manfaat yang diperoleh, terutama untuk proses percepatan pembukaan rekening investasi dan peningkatan kualitas data investor.

KSEI telah menjalin kerja sama dengan Ditjen Dukcapil untuk pemanfaatan Data Kependudukan sejak tahun 2014.

Baca: PHRI Sleman Sebut, Libur Akhir Tahun 2018, Kenaikan Harga Penginapan Masih Wajar

Perpanjangan perjanjian kerja sama Ditjen Dukcapil dengan pelaku industri pasar modal ini merupakan upaya dari KSEI dengan dukungan dari pelaku pasar modal Indonesia terkait simplifikasi pembukaan rekening pasar modal.

Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi menyatakan kerja sama para pelaku industri pasar modal dengan Ditjen Dukcapil dalam pemanfaatan data kependudukan, mempercepat proses pembukaan rekening Efek, yang sebelumnya bisa mencapai 2 minggu, sekarang menjadi kurang dari satu jam.

Pemanfaatan basis data KTP elektronik diharapkan dapat meningkatkan kualitas data calon nasabah untuk proses KYC (Know Your Client) yang lebih baik karena pengecekan data nasabah langsung ke database KTP elektronik, jadi bisa divalidasi kebenaran identitasnya," kata Friderica dalam keterangan resminya, Sabtu (22/12/2018). (tribunjogja)

Penulis: vim
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved