Yogyakarta

KPU DIY Meminta TPS Lebih Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas

Sebanyak 8.175 penyandang disabilitas di DIY akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 mendatang.

KPU DIY Meminta TPS Lebih Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas
hoffmannworkcomp.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengatakan, sebanyak 8.175 penyandang disabilitas di DIY akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 mendatang.

"Dari jumlah tersebut, terdiri dari 2.475 tunadaksa 1.500 tunanetra, 1.800 tunarungu, 2.400 tunagrahita," ujarnya pada Selasa (25/12/2018).

Untuk itu, menjadi tanggung jawab KPU DIY untuk memastikan pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang lebih aksesibel.

Baca: 13 Langkah Flawless Make Up Look Flormar, Lengkap dengan Video Tutorial

"Pembuatan TPS aksesibel, tidak berundak, tidak berada di tempat yang sulit dijangkau. Juga pengguna kursi roda bisa bergerak ketika melakukan pencoblosan," lanjutnya pada Tribunjogja.com.

Lanjut Hamdan, dalam perangkat pembuatan TPS aksesibel, selain menyampaikan buku panduan, KPU DIY juga memberikan bimbingan teknis kepada KPPS.

Dalam hal ini pihaknya akan menekankan bagaimana pembuatan TPS aksesibel, termasuk juga pelayanannya kepada penyandang disabilitas.

"Misalnya mereka yang tunanetra, bagaimana memperlakukannya, misalnya dengan menuntun mereka, menyampaikan instruksi pelan-pelan. Itu juga sudah ada dalam buku panduan bagaimana menciptakan TPS aksesibel," kata dia.

Baca: Pemilu 2019, KPU DIY Optimis Partisipasi Masyarakat di Yogyakarta Tetap Tinggi

Kemudian perangkat lain yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas seperti tunanetra misalnya yang membutuhkan surat suara menggunakan huruf braille guna memudahkan dalam pencoblosan.

"Namun bagi tunanetra yang tidak bisa membaca huruf braille, dia bisa mengajak saudara, kerabat atau petugas kami untuk membantu dia mencoblos. Petugas yang membantu itu harus merahasiakan pilihannya," ujarnya.

Dengan mengetahui persebaran jenis disabilitas, kata Hamdan, hal tersebut memudahkan pihaknya untum memberikan pendidikan pemilih, TPS aksesibel, sosialisasi serta fasilitasi di TPS.

"Itu bagian dari pelayanan kami untuk teman difabel. Selain itu yang penting adalah sosialisasi kepada teman difabel," tuturnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved