Jawa

Angkutan Barang dan Tambang Galian C Dilarang Beroperasi Selama Natal dan Tahun Baru

Pelarangan terhadap angkutan barang maupun tambang tipe galian C ini berlaku mulai tanggal 23-25 Desember 2018 mendatang

Angkutan Barang dan Tambang Galian C Dilarang Beroperasi Selama Natal dan Tahun Baru
IST
Angkutan Barang dan Tambang Galian C melintas di Jalan Magelang - Yogyakarta, tepatnya di Tempel, perbatasan Magelang dan Sleman, Jumat (21/12/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Angkutan barang dan tambang (galian C) dilarang beroperasi di wilayah Kabupaten Magelang selama masa perayaan Natal dan libur Tahun Baru 2019 mendatang.

Larangan ini berlaku baik di jalan negara, provinsi, kabupaten sampai jalur alternatif.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Djoko Cahyono, mengatakan, pelarangan terhadap angkutan barang maupun tambang tipe galian C ini berlaku mulai 23-25 Desember 2018 mendatang, kemudian diberlakukan lagi pada 1-2 Januari 2019 mendatang.

Pelarangan operasional ini dilaksanakan di seluruh jalan utama, baik itu jalan negara, jalan provinsi, maupun jalan kabupaten, angkutan dilarang beroperasi.

Bahkan jalan desa yang dijadikan jalur alternatif juga diberlakukan hal yang sama.

Baca: Candi Borobudur Dijaga Ketat selama Libur Natal dan Tahun Baru 2019

"Pelarangan operasional ini dilakukan pada tanggal 23-25 Desember 2018 mendatang, lalu pada 1-2 Januari 2019 mendatang. Mereka tidak boleh beroperasi di waktu-waktu tersebut, di seluruh jalan atau jalur utama perlintasan kendaraan di Kabupaten Magelang," ujar Djoko, Jumat (21/12/2018).

Surat Edaran (SE) Bupati Magelang akan diterbitkan seiring dengan pemberlakukan larangan operasional tersebut.

Sosialisasi juga diberikan kepada seluruh pelaku usaha jasa angkutan barang, ataupun angkutan tambang yang ada di Kabupaten Magelang.

"Surar Edaran Bupati dalam proses nanti atau besok sudah terbit. mungkin besok pagi DPPKAD, mengundang pihak dari angkutan tambang. Kami akan beritahukan dan sosialisasikan mengenai peraturan ini kepada para angkutan barang dan angkutan tambang besok, dan akan diterapkan sesegera mungkin," ujar Djoko.

Baca: Bangun Rusun untuk Anggota Polisi, Polres Magelang Kota Alokasikan Dana Rp 23 Miliar

Djoko mengatakan, alasan pelarangan angkutan barang dan tambang ini tidak lain adalah untuk mencegah kemacetan yang disebabkan oleh keberadaan angkutan tersebut.

Pasalnya, angkutan tersebut memiliki volume yang besar, sehingga akan menambah kepadatan kendaraan.

"Ini sebenarnya untuk mengantisiapsi saja, karena tanggal-tanggal itu sibuk. habis itu jalan lagi. Angkutan barang, dan angkutan tambang tidak diperbolehkan Jalan negara, propinsi, kabupaten, dan jalur desa, dan jalur alternatif," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved