Kriminalitas

727 Miras Hasil Operasi Petugas Polres Magelang Dimusnahkan

Miras tersebut adalah hasil operasi yang dilaksanakan Polres Magelang selama enam bulan terakhir.

727 Miras Hasil Operasi Petugas Polres Magelang Dimusnahkan
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Ratusan botol minuman keras (miras) dan puluhan liter miras oplosan dimusnahkan di halaman belakang markas Polres Magelang, Jumat (21/12). Miras tersebut adalah hasil operasi yang dilaksanakan Polres Magelang selama enam bulan terakhir. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ratusan botol minuman keras (miras) dan puluhan liter miras oplosan dimusnahkan di halaman belakang markas Polres Magelang, Jumat (21/12/2018).

Miras tersebut adalah hasil operasi yang dilaksanakan Polres Magelang selama enam bulan terakhir.

Kepala Polisi Resort Magelang, AKBP Yulianto Adhi Nugroho, mengatakan, peredaran minuman keras yang ada di Kabupaten Magelang perlu diwaspadai, karena jumlahnya saat ini yang masih relatif tinggi.

Baca: 13 Langkah Flawless Make Up Look Flormar, Lengkap dengan Video Tutorial

Dari hasil operasi petugas kepolisian selama enam bulan terakhir saja, petugas menyita 727 botol minuman keras berbagai merek.

Ada juga puluhan liter minuman keras oplosan yang ditemukan oleh petugas.

"Kami mengamankan sebanyak 727 botol miras hasil kegiatan selama enam bulan dari 20 Polsek di wilayah hukum Polres Magelang," kata Adhi, Jumat (21/12/2018) usai melakukan giat pemusnahan barang bukti miras di halaman belakang markas Polres Magelang.

Adhi mengatakan, peredaran miras ini sendiri dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Baca: Lakukan Pemetaan Lapangan, Resnarkoba Polresta Yogya Waspadai Miras dan Narkoba

Penjual biasanya menjual miras di toko-toko khusus, bahkan dimasukkan ke dalam rumah untuk mengelabui petugas kepolisian.

Petugas pun agak kesulitan menertibkan miras ilegal tersebut.

Miras-miras tersebut juga didistribusikan dan diproduksi dari luar daerah, kemudian diedarkan masuk ke Kabupaten Magelang melalui angkutan pribadi.

"Ada beberapa tersangka yang terlibat, produsen yang ada di Solo, Sukoharjo, Semarang juga sedang kita lidik, baik yang oplosan, dan yang pabrikan, masuknya lewat modus toko, dimasukkan ke rumah-rumah. Ada distributor atau suplier dan mereka menyetok dengan kendaraan sendiri," kata Adhi.

Baca: Sebelum Tahun Baru, Polisi Grebek Dua Pabrik Miras

Lanjut Adhi, dalam upaya pemberantasan miras ini, pihaknya membutuhkan sinergitas antara petugas kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, sampai RT/RW yang ada di setiap wilayah.

Ia juga berharap tokoh agama dapat membantu dan menjadi filter atau barirer terhadap miras tersebut.

"Sekolah yang paling lama itu di rumah, jadi orangtua di sini juga perlu memberikan masukan bahaya miras. Kalau hanya polisi yang terjun akan sulit, titik-titik yang kita tangani luas, dan penjual sering kucing-kucingan. Oleh karena itu, kami minta peran serta masyarakat untuk menghalangi penjualan, memberikan masukan, agar peredaran miras ini dapat kita tekan," katanya. (*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved