Kota Magelang

Haul Syech Subakir, Jadi Ajang Perekat Ukhuwah dan Promosi Wisata Kota Magelang

Haul Syech Subakir, Jadi Ajang Perekat Ukhuwah dan Promosi Wisata Kota Magelang

Haul Syech Subakir, Jadi Ajang Perekat Ukhuwah dan Promosi Wisata Kota Magelang
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Salah satu kelompok rebana yang tampil di acara Haul Syech Subakir di Kota Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Iringan rebana mengalun merdu di kawasan wisata Gunung Tidar, Kota Magelang, Rabu (19/12/2018).

Disusul, alim ulama yang dengan khusyuk membaca ayat suci Al-Quran dalam khataman Al-quran 30 juz, yang juga turut memeriahkan acara Haul Syaikh Subakir pada Gelar Wisata Magelang Tahun 2018.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Jarwadi, mengatakan, Haul Syaikh Subakir ini dilaksanakan untuk memperingati kelahiran ulama besar penyebar agama Islam yang ada di Kota Magelang.

Selain itu juga untuk mempromosikan Gunung Tidar sebagai wisata andalan di Kota Magelang.

“Haul Syaikh Subakir ini menjadi salah satu agenda dalam Gelar Wisata Magelang, selain untuk menghormati ulama besar kita, juga untuk mempromosikan wisata di Kota Magelang, utamanya Gunung Tidar ke masyarakat luas,” kata Jarwadi, Rabu (19/12/2018).

Baca: M Nuh : Anak-anak Tanpa Akses Pendidikan, Ibarat Penumpang yang Tak Kebagian Gerbong Kereta

Dalam acara tersebut, banyak kegiatan yang dilaksanakan, seperti lomba rebana dan khataman Al-Qur’an 30 Juz di sekitar area wisata Gunung Tidar.

Sebanyak delapan grup rebana saling berlomba menampilkan penampilan terbaik di depan masyarakat Kota Magelang

Kemudian ada sekitar 60 alim ulama yang melaksanakan khataman Alquran 30 juz di musholla di kawasan Gunung Tidar.

Baca: Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Tambah Pasokan BBM dan LPG saat Libur Natal dan Tahun Baru

Lomba rebana sendiri diikuti delapan grup se-Kota Magelang. Satu grup beranggotakan sebanyak 15 orang baik laki-laki maupun perempuan dan membawakan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan dengan menggunakan minimal tiga jenis alat musik rebana.

"Setiap grup dinilai tiga dewan juri dari Kantor Kementerian Agama Magelang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan praktisi Wafiq Azizah. Yang dinilai meliputi vokal, aransemen, dan penampilan. Juaranya 1-3 dan kategori vokal terbaik, kostum terbaik, dan penampilan terbaik,” kata Jarwadi.

Malam harinya, kegiatan diisi dengan Qasidah Modern 'Emirates' ft Wafiq Azizah, dan pengajian Hauk Syech Subakir yang diisi oleh KH Chalwani, pengasuh ponpes An Nawawi dari Purworejo, dan Gus Muwafiq, ulama dari Yogyakarta. (tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved