Pemilu 2019

Kasus Penggunaan Mobil Dinas Saat Kampanye, Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Akan Dimintai Keterangan

Kasus Penggunaan Mobil Dinas Saat Kampanye, Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Akan Dimintai Keterangan

Kasus Penggunaan Mobil Dinas Saat Kampanye, Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Akan Dimintai Keterangan
WIJAYA K/Kompascom
Bawaslu Sleman saat membuat laporan di SPKT Polda DIY, Senin (3/12/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman akan bekerja sama dengan Bawaslu Gunungkidul dalam memeriksa Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Gunungkidul Ngadiyono dalam perkara penggunaan mobil dinas dalam kampanye.

Selain pelanggaran pelaksaan pemilu, Ngadiyono juga secara terpisah dilaporkan ke Polda DIY dalam perkara penghinaan terhadap institusi atau lembaga negara sebagaimama diatur dalam pasal 207 KUHP.

Ibnu Darpito, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dari Bawaslu Sleman mengatakan pihaknya belum selesai memeriksa Ngadiyono dalam perkara dugaan pelanggaran pemilu.

Ngadiyono yang juga Ketua DPC Gerindra Kabupaten Gunungkidul dalam kampanye Prabowo di Sleman beberapa waktu lalu diketahui datang membawa mobil pelat merah.

Baca: 35 Hektar Lahan Kritis di Bantul Disiapkan Jadi Agrowisata

Dalam hal ini Ngadiyono akan dijerat pasal 280 ayat 1 huruf H, UU no 7 tahun 2017 yang mengatur tentang penggunaan fasilitas pemerintah dalam kampanye.

"Kita akan mengundang terlapor dan saksinya di Bawaslu Gunungkidul. Kalau saksi yang diperiksa berasal dari internal kami," jelasnya Minggu (16/12/2018).

Selain dugaan pelanggaran pemilu, Ngadiyono juga tengah menjalani proses pemeriksaan terhadap kasus penghinaan terhadap institusi atau lembaga negara yang ditangani Polda DIY.

Baca: Ketahuan Sebagai Cucu Wanita Terkaya No 2 di Indonesia, Dita Soedarjo Mantan Denny Sumargo Minta Doa

Adapun di saat yang bersamaan, setelah turun dari mobil dinasnya, Ngadiono diduga memantati anggota Bawaslu Sleman yang sedang melakukan pengawasan di sana.

Barang bukti yang diserahkan berupa video kejadian, di mana sudah menjadi tugas pengawas untuk menggunakan media rekam dalam mendokumentasikan acara atau aktivitas pemilu.(tribunjogja)

Penulis: nto
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved