Aktifitas Merapi

BREAKING NEWS : Tim BPBD Klaten Memonitor, Situasi di Lapangan Aman Terkendali

BREAKING NEWS : Tim BPBD Klaten Memonitor, Situasi di Lapangan Aman Terkendali

BREAKING NEWS : Tim BPBD Klaten Memonitor, Situasi di Lapangan Aman Terkendali
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
KUBAH MERAPI - Kubah baru lava Gunung Merapi (2.930 mdpl) terlihat sangat jelas dari arah Kali Talang, Balerante, Kemalang, Klaten, Jumat (30/11/2018) pagi. Kubah baru lava itu terbentuk sejak 11 Agustus 2018 dan terus tumbuh dengan kecepatan rendah, rata-rata 2.400 meter kubik/hari. 

TRIBUNJOGJA.COM –  Tim BPBD Klaten hingga malam mini terus memonitor perkembangan situasi lapangan di kawasan permukiman terdekat dengan puncak Merapi.  Luncuran lava pijar terlihat tadi malam pukul 19.08.  

Sejumlah dusun terdekat dengan puncak gunung masuk wilayah Kabupaten Klaten. “Sejauh ini situasi aman dan terkendali. Kita memonitor saja,” kata Bambang Gianto, Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Minggu (16/12/2018) malam pukul 22.39 WIB.

“Luncuran juga kecil, jarak dari permukiman terdekat juga jauh. Masyarakat sejauh ini tetap tenang,” lanjut Bambang Gianto.

Tim Pusdalops BPBD Klaten juga terus memonitor perkembangan di lapangan, dan sejauh ini tidak ada pergeseran personil ke lereng Merapi.

“Kekuatan kita full team sudah siaga juga di mako,” kata Indriarto Puspoyo di Mako Pusdalops BPBD Klaten malam ini. “Komunikasi dengan potensi dan komponen di atas terus dilakukan,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, guguran dan luncuran lava pijar kembali terlihat di puncak Gunung Merapi (2.930 mdpl), Minggu (16/12/2018).

Baca: BREAKING NEWS : Merapi Malam Ini Luncurkan Lava Pijar ke Lereng Selatan

Guguran dan luncuran lava pijar itu terpantau terjadi pukul 19.08. Luncuran mengarah ke tenggara, dan terlihat jelas dari Dusun Balerante, Kemalang, Klaten.  

“Betul, tadi terpantau pukul 19.08,” kata Agus Sarnyata dari Posko 907. Di pekarangan rumah tokoh yang akrab dipanggil Agus Balerante  terpasang tower telekomunikasi dan CCTV BPBD Jateng.

Dari rekaman CCTV mala mini, guguran itu berlangsung lumayan lama, memperlihatkan lelehan lava pijar menyusuri bukaan kawah ke lereng selatan.

Dilihat dari jalurnya, diduga masuk hulu Kali Gendol. Jarak kemungkinan di atas 300 meter, lebih jauh dari luncuran lava pijar pertama beberapa pada 22 November 2018.

Kawasan Merapi sejak Minggu siang hingga malam terlihat cerah setelah malam hingga Minggu pagi diselimuti kabut tebal. Puncaknya terlihat dari segala arah.’’

Pak Jainu, tokoh dan warga Balerante menambahkan, situasi di lapangan masih tetap normal. Tidak ada kepanikan terkait fenomena guguran lava ini.

“Namun warga senantiasa waspada,” kata Jainu yang ketika dihubungi tengah berada di klinik. “Saya tumbang mas, badan drop,” katanya lewat telepon.(Tribunjogja.com/xna)  
 

Penulis: xna
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved