Kesehatan

Bukan Karena Putus Asa dan Menyerah, Paliatif Jadi Metode Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien

Perawatan paliatif akan membantu seorang penderita untuk hidup lebih nyaman sehingga diharapkan bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Bukan Karena Putus Asa dan Menyerah, Paliatif Jadi Metode Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Ketua Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (Himponi) DIY, DR Christantie Effendy S.Kp M.Kes saat ditemui media di Yogyakarta, Kamis (13/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Apa yang akan anda lakukan jika salah satu anggota keluarga mengidap penyakit kronis dan sudah sulit untuk disembuhkan?

Secara umum, masyarakat Indonesia akan berusaha sekuat tenaga dengan mencari biaya bahkan mencari dokter maupun metode pengobatan yang berbeda dan tetap mengusahakan agar pasien tetap kembali sembuh.

Namun rupanya hal tersebut kuranglah tepat.

Metode paliatif patut diterapkan jika sudah mengalami kondisi demikian.

Baca: Peneliti Temukan Penanda Unik Sel Kanker

Menurut Ketua Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (Himponi) DIY DR Christantie Effendy SKp MKes, Metode Paliatif harusnya dimulai ketika keluarga maupun pasien telah memahami dan mengetahui bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan pada penyakitnya (pasien) sudah dianggap tak bereaksi dengan pengobatan medis.

"Pasien itu berhak mendapatkan penanganan yang layak untuk meningkatkan kualitas hidup meski dirinya (pasien) sudah diambang kematian sekalipun," katanya kepada media, Kamis (13/12/2018).

Perawatan paliatif, lanjut Christantie, akan membantu seorang penderita untuk hidup lebih nyaman sehingga diharapkan bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Memaksakan pengobatan saat kondisi pasien sudah benar-benar dinyatakan kronis dan angka harapan hidup yang minim hanya akan memberikan beban.

Tak hanya bagi si pasien namun juga memberikan beban terhadap keluarga maupun kerabat pasien.

Baca: Meski Baru Selesai Jalani Pengobatan Akibat Ditembak, Pria India Ini Lanjutkan Ritual Pernikahannya

Padahal mungkin masih banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk keluarga yang memiliki angka harapan hidup lebih tinggi seperti anak dan suami ataupun istri.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved