Kulon Progo

KPU Kulon Progo : TPS Harus Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas

Sebanyak 2.283 penyandang disabilitas di Kulon Progo tercatat bakal menunaikan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

KPU Kulon Progo : TPS Harus Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas
Ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebanyak 2.283 penyandang disabilitas di Kulon Progo tercatat bakal menunaikan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulon Progo berupaya mengoptimalkan partisipasi para penyandang disabilitas tersebut.

Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 (DPTHP2) yang ditetapkan untuk Kulon Progo mencantumkan jumlah total pemilih untuk Pemilu 2019 nanti sebanyak 334.893 orang.

Jumlah tersebut mencakup 2.283 penyandang disabilitas yang terdiri dari 571 tuna daksa, 338 tuna netra, 344 tuna rungu, 606 tuna grahita dan disabilitas lainnya berjumlah 422 orang. 

Komisioner KPU Kulon Progo. Hidayatut Thoyyibah mengatakan bahwa pihakya terus berkoordinasi dengan organisasi penyandang disabilitas.

Terutama untuk menguatkan strategi dalam meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas dalam tahapan Pemilu maupun sebagai pemilih.

Baca: Jumlah Pemilih Hasil DPTHP2 di Kulon Progo Menurun

KPU secara khusus juga membentuk Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KPPD) dengan separuh pesertanya dari kalangan penyandang disabilitas.

"Setelah pelatihan, kelompok ini menjadi relawan pengawas pemilu. Fokusnya untuk melihat aksesibilitas penyandang disabilitas pada beberapa tempat pemungutan suara," jelas Hidayatut, Selasa (11/12/2018).

Disebutnya, tingkat partisipasi penyandang disabilitas dalam pemilu di Kulon Progo cukup tinggi sebagaimana terlihat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 lalu.

Hal itu sedikit banyak karena tersedianya alat bantu pemilihan seperti misalnya template surat suara bagi penyandang buta.

Baca: Pemkab Kulon Progo Dianggap Belum Mampu Menangkap Peluang Pariwisata

Juga, tersedianya papan tulisan berisi keterangan nomor TPS, bilik pencoblosan, hingga papan keterngan meja kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) untuk memudahkan penyandang tuli. 

"KPPS juga ditekankan agar TPS aksesibel bagi penyandang disabilitas. Terutama pada daerah dengan topografi yang sulit," kata dia.

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kulon Progo, Sarjio, mengatakan pengurus difabel tingkat kecamatan sudah mendapat sosialisasi erkait Pemilu 2019 dari KPU.

Nantinya akan ada kerjasama lebih lanjut agar penyandang disabilitas terakomodasi secara baik dalam tahapan Pemilu.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved