Bisnis

Kemenperin Sosialisasikan Restrukturisasi Mesin dan Peralatan IKM Guna Tingkatkan Produktivitas

Program ini memungkinkan pelaku IKM dapat potongan harga atau reimburse terhadap mesin dan peralatan yang telah dibeli pada kurun waktu tertentu.

Kemenperin Sosialisasikan Restrukturisasi Mesin dan Peralatan IKM Guna Tingkatkan Produktivitas
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Suasana sosialisasi restrukturisasi mesin dan peralatan IKM , Senin (10/12/2018) di Eastparc Hotel. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, menyelenggarakan kegiatan 'Sosialisasi Restrukturisasi Mesin dan Peralatan IKM', Senin (10/12/2018) di Eastparc Hotel.

Kegiatan yang diikuti oleh para stakeholder, asosiasi serta pelaku IKM ini, bertujuan untuk memberikan informasi seputar program restrukturisasi yang meliputi prosedur, persyaratan dan kriteria bagi IKM guna memperluas daya saing mereka.

Selain itu, penggunaan mesin dan peralatan yang masih sederhana dari para pelaku IKM juga menjadi penyebab dari rendahnya produktivitas dan kualitas produk.

Baca: Gandeng BRI, KPP Pratama Yogyakarta Beri Pelatihan Pembukuan UKM Zaman Now

Di samping itu, para pelaku IKM juga tidak memiliki modal yang cukup untuk investasi mesin dan peralatan baru serta kurang mampu dalam mengakses saluran kredit kepada lembaga keuangan.

Dirjen IKM Kemenperin RI, Gati Wibawaningsih menyatakan, program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM sudah dilaksanakan pihaknya sejak 2009 lalu, dimana pelaku IKM dapat memperoleh potongan harga atau reimburse terhadap mesin dan peralatan yang telah dibeli pada kurun waktu tertentu sehingga dapat menunjang proses produksi.

"Nilai potongannya sebesar 30 persen dari harga pembelian untuk mesin dan peralatan buatan dalam negeri, sedangkan untuk buatan luar negeri, diberi potongan senilai 25 persen dari harga pembelian. Kita juga batasi untuk potongan dengan minimal Rp10 juta dan maksimal Rp300 juta," kata dia.

Gati juga menyampaikan, selama kurun waktu 2015-2017 telah ada 379 IKM yang telah menerima program tersebut dengan total nilai potongan mencapai Rp42,306 miliar.

Sementara di tahun 2018, ada 38 IKM dengan bidang komoditi pangan, barang dari kayu dan furnitur yang memperoleh bantuan program restrukturisasi mesin dan peralatan dengan total nilai potongan sebesar Rp4,6 miliar.

"Kami membuka kesempatan dan peluang bagi pelaku IKM yang ingin mengikuti program restrukturisasi mesin dan peralatan untuk Tahun Anggaran 2019 mendatang, sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan teknologi produksi dan produktivitas para pelaku usaha IKM," tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian DIY, Tri Saktiyana mengungkapkan bahwa, selama ini informasi yang diperoleh dari para pelaku IKM terkait program restrukturisasi mesin dan peralatan memang masih kurang, untuk itu, selain dengan sosialisasi lewat pertemuan, pihaknya juga akan melakukan penyampaian lewat sistem online agar semakin banyak IKM yang bisa memanfaatkan program tersebut.

"Saat ini sudah ada yang mengajukan, satu IKM untuk cor logam," jelasnya.

Secara terpisah, Ditjen IKM Kemenperin RI juga mengadakan kegiatan pendidikan dan pelatihan Achievement Motivation Training (AMT) kepada Pejabat Fungsional Penyuluh Perindag (PFPP) di Alana Hotel.

Baca: UKM Perlu Tingkatkan Kualitas SDM

Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia PFPP yang bertugas melakukan pendampingan kepada pelaku IKM agar siap dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

"Selain pelatihan dasar, kami juga adakan pelatihan kelengkapan yang meliputi persiapan teknis maupun non teknis. Ada 28 peserta yang ikut kegiatan ini sedangkan pengajar akan diisi oleh GAMA Konsultan," kata Sekretaris Dirjen IKM Kemenperin RI, Eddy Siswanto.

Acara yang berlangsung selama lima hari ini, diharapkan mampu menggerakkan para PFPP menjadi semakin profesional sehingga berdampak positif bagi kelangsungan pendampingan dan membimbing pelaku IKM. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved