Sukuk Tabungan 002 Lampaui Target, Penjualan Tembus Rp4,9 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berhasil meraup dana dari masyarakat sebesar Rp 4,9 triliun melalui Sukuk Negara Tabungan 002 atau ST-002

Sukuk Tabungan 002 Lampaui Target, Penjualan Tembus Rp4,9 Triliun
KONTAN
Peluncuran Sukuk Negara Tabungan 

TRIBUNJOGJA.COM - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berhasil meraup dana dari masyarakat sebesar Rp 4,9 triliun.

Dana tersebut didapat melalui Sukuk Negara Tabungan 002 atau ST-002 hingga penutupan akhir masa penawaran pada 22 November 2018. Angka tersebut jauh melampaui target yang sebesar Rp 1 triliun.

“Sejak awal kami optimistis Sukuk 002 diminati pasar. Hasilnya, dari target awal Rp1 Triliun, ternyata hingga masa penawaran ditutup pada 22 November, ST-002 meraup Rp Rp4,9 triliun atau setara 490 persen dari target,” ujar Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu, Dwi Irianty Hadiningdyah melalui keterangan tertulis, Jumat (7/12/2018).

Lebih lanjit Dwi menjelaskan, rata-rata pembelian per investor sebesar Rp 300,13 juta dan menjangkau 16.477 investor di seluruh provinsi di Indonesia.

Sementara, jumlah investor baru atau yang belum pernah memesan SBR003 dan SBR004 sebanyak 11.591 investor.

DJPPR mendapati sumlah investor terbesar adalah yang melakukan pembelian pada rentang Rp1 juta hingga Rp100 juta, yang mencapai 59,55 persen.

Biayai Pembangunan

Untuk diketahui, hasil investasi sukuk tabungan akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang menjadi investasi untuk merekat jalinan kebangsaan menuju bangsa yang mandiri.

Penerbitan Sukuk Tabungan menggunakan struktur akad Wakalah. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat Barang Milik Negara untuk disewakan kepada Pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada Pemerintah.

Imbalan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut. Adapun perhitungan imbalan ST-002 mengambang mengikuti perkembangan BI 7-Day Reserve Repo Rate dengan jaminan imbalan minimal (floor) yang dibayar tiap bulan sementara early redemption tanpa dikenakan redemption cost oleh pemerintah.

“Kini juga terdapat kemudahan akses transaski melalui Sistem Elektronik (online). Namun yang paling penting tentu saja melalui investasi di ST-002, masyarakat mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan akses investasi sesuai prinsip syariah,” ujarnya. (Mutia Fauzia)

.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjualan ST-002 Lampaui Target Capai Rp 4,9 Triliun"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved