BNI dan LionParcel Serahkan Bantuan CSR Kepada Sejumlah BUMDes DIY

Kami melihat bahwa prospek bisnis kargo ke depan akan berkembang dengan sangat pesat seiring dengan banyaknya tumbuh e-comerce.

BNI dan LionParcel Serahkan Bantuan CSR Kepada Sejumlah BUMDes DIY
Tribun Jogja/Yosef Leon
Penyerahan bantuan CSR berupa sepeda motor oleh BNI bekerjasama dengan LionParcel kepada sejumlah BUMDes DIY, Sabtu (8/12). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - PT. Bank Negara Indonesia (BNI) bekerjasama dengan LionParcel menyerahkan bantuan Corporate Sosial Responsibility (CSR) kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berada di wilayah DIY, Sabtu (8/12) di Kampung Mataraman, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Ada delapan BUMDes yang mendapat bantuan dengan masing-masing satu unit sepeda motor, yang diperuntukkan sebagai sarana bisnis rintisan keagenan kargo, di antaranya Bumdes Ponggok, Panggung Harjo, Amarta, Ngalanggeran, Dlingo, Sekolah BUMDes Academy, serta Sekolah Bumdes Anak Muda Indonesia (AMI) Institute.

"Tujuannya, kami melihat bahwa prospek bisnis kargo kedepan akan berkembang dengan sangat pesat seiring dengan banyaknya tumbuh e-comerce dan kami ingin agar desa mampu memanfaatkan peluang itu ," kata VP Divisi Hubungan Kelembagaan BNI, Muin Fikri.

Selain itu, tambah dia, hal ini juga demi mendukung Program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang diluncurkan Kementerian Desa PDTT, dimana setiap desa yang mempunyai produk unggulan akan memasarkannya lewat e-comerce.

Dengan demikian, produk unggulan dari masing-masing Prukades tersebut nantinya akan dikirim lewat LionParcel.

"BUMDes di sini akan kami jadikan percontohan dan rujukan, sehingga ketika usaha tersebut telah berjalan lancar, maka kemudian kami harapkan bisa menginspirasi desa-desa lain di Indonesia," ujarnya.

Sementara, Direktur BUMdes Panggung Lestari, Eko Pambudi menyatakan, CSR ini merupakan hal yang positif bagi kelangsungan BUMDes serta akan mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi desa.

Eko menyatakan, dengan bantuan tersebut, unit usaha BUMDes di wilayahnya yang sebelumnya berjumlah lima akan bertambah, sehingga mampu menaikkan pendapatan desa.

"Saat ini unit usaha kami telah ada lima yakni kampung mantraman, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah rumah tangga, swadesa, dan agro. Dengan bantuan ini, kami targetkan usaha rintisan keagenan kargo bisa operasi tahun depan," kata dia.

Sampai dengan Desember 2018, BUMDes panggung lestari telah mencatatkan pendapatan senilai Rp4,5 miliar. Dengan akan bertambahnya satu unit usaha lagi di tahun depan, Eko menargetkan BUMDes tersebut bisa meraih omset hingga Rp6 miliar per tahun. (jsf)

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved