Bantul

Uang Kejahatan Ganjal ATM Digunakan Pelaku untuk Bayar Utang

ME (31) dan AS (23) warga Lampung, terpaksa harus melewati sebagian masa mudanya di balik dinginnya jeruji besi tahanan karena mencuri uang di ATM.

Uang Kejahatan Ganjal ATM Digunakan Pelaku untuk Bayar Utang
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
ME dan AS, pelaku pencurian dengan modus ganjal ATM dengan tusuk gigi yang diamankan oleh petugas Polres Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM - ME (31) dan AS (23) warga Lampung, terpaksa harus melewati sebagian masa mudanya di balik dinginnya jeruji besi tahanan.

Keduanya, diamankan polisi setelah melakukan aksi pencurian dengan modus ganjal ATM memakai tusuk gigi.

Di hadapan aparat kepolisian dan awak media, ME (31) pelaku ganjal ATM, mengaku terpaksa melakukan aksi pencurian karena faktor ekonomi, terdesak kebutuhan hidup dan terlilit hutang.

"Karena faktor ekonomi. Sulit mencari pekerjaan. Uang (pencurian) buat kebutuhan sehari-hari dan bayar hutang," kata ME, ketika menceritakan uang hasil kejahatan di Mapolres Bantul, Jumat (7/12/2018)

Selama ini, lelaki dengan satu anak ini mengaku berprofesi tak menentu. Kadangkala ketika ada orderan, ia bisa menjadi sopir.

Baca: Pemimpin dan Otak Kawanan Spesialis Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi Masih Buron

"Kalau lagi nggak (ada order) nganggur," tuturnya.

"Kadang juga bekerja bangunan. Apa saja saya lakukan," imbuh dia.

Ketika ditanya, sudah berapa kali melakukan aksi pencurian modus ganjal ATM, ME mengaku sudah tiga kali melakukan aksi serupa di sejumlah daerah-daerah berbeda.

Ia mengaku ketrampilan mencuri dengan modus ganjal ATM didapatkan dari seorang rekannya, berinisial A. Saat ini A masih menjadi buronan polisi.

Baca: Polres Bantul Bekuk Dua Pelaku Spesialis Ganjal ATM dengan Tusuk Gigi

Setiap kali beraksi, dengan durasi sekitar 15 menit saja, ME mengaku bisa mengantongi uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

"Kadang dapat sekitar Rp 700 ribu, Rp 800 ribu dan juga Rp 1.5 juta," tutur dia.

Atas perbuatannya, ME dan AS saat ini mendekam di tahanan Mapolres Bantul. Keduanya dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (tribunjogja)

 

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved