Gunungkidul

Tak Tersapu Teknologi, Pandai Besi di Gunungkidul Justru Kebanjiran Order Alat Pertanian Tradisonal

walaupun sekarang sudah banyak alat pertanian modern, tetapi hingga saat ini alat pertanian tradisional masih diminati para petani.

Tak Tersapu Teknologi, Pandai Besi di Gunungkidul Justru Kebanjiran Order Alat Pertanian Tradisonal
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Aktivitas memandai besi di tempat Marmin pada Senin (3/12/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Walaupun teknologi kini semakin memudahkan pekerjaan sehari-hari, namun alat pertanian tradisional seperti cangkul, sabit belum sepenuhnya lepas dari genggaman petani Gunungkidul.

Hal inilah yang menjadikan profesi pandai besi masih diperhitungkan.

Tak terkecuali Marmin warga Kajar, Karangtengah, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul yang sudah menggeluti dunia pandai besi selama puluhan tahun.

Diawali dari pekerjaannya berjualan alat-alat pertanian dengan mengayuh sepeda dari sebuah desa ke desa yang lain, Marmin memiliki mimpi sederhana.

Lulusan Sekolah Dasar ini bercita-cita menjadi pedagang alat pertanian, karena menurutnya alat tani membawa berkah tersendiri.

Pada tahun 1985, dari hasilnya berjualan keliling, ia putuskan untuk membuat pande besi, yang bertahan hingga saat ini.

Memanfaatkan lahan yang terletak di teras belakang rumahnya, Marmin pun membuat peralatan pertanian.

Tempat ini pun penggunaannya dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian untuk menempa besi-besi, bagian mengasah hasil tempaan dan bagian untuk membuat tempat pegangan yang terbuat dari kayu.

Di dalam tempat penempaan, terdapat tujuh orang yang sedang menempa besi dan sembilan orang yang bertugas mengamplas, membuat genggaman dari kayu, memotong besi, dan mengelas.

Halaman
123
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved