Yogyakarta

Rayakan HUT ke-41, BPJS TK Yogya Gelar Donor Darah

Kegiatan ini menargetkan akan mampu menjaring 100 kantong darah sebagai aksi kemanusiaan.

Rayakan HUT ke-41, BPJS TK Yogya Gelar Donor Darah
istimewa
Kepala BPJS TK Yogya, Ainul Kholid saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan donor darah di kantor BPJS TK Yogya, Jumat (7/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (TK) Cabang Yogyakarta bekerjasama dengan PMI Sleman menyelenggarakan kegiatan donor darah memperingati HUT BPJS TK yang ke - 41, Jumat (7/12/2018) di Kantor BPJS TK Yogya.

Kegiatan yang turut diikuti oleh 120 pekerja perwakilan perusahaan, peserta dan karyawan BPJS TK tersebut menargetkan akan mampu menjaring 100 kantong darah sebagai aksi kemanusiaan.

Baca: Puluhan Desa Belum Daftarkan Perangkatnya dalam Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

"Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BPJS TK kepada masyarakat. Sebelumnya, kami juga mengadakan Pasar Murah (Pasrah) di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, pada Rabu lalu," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogya, Ainul Kholid pada Tribunjogja.com.

Ainul mengatakan, bahwa saat ini pihaknya terus mengkampanyekan produk-produk Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi masyarakat.

Dimana dari keempat program tersebut yakni Jaminan Kecelakaaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP) tidak hanya bisa dinikmati oleh pekerja formal saja, melainkan pekerja bukan penerima upah atau informal pun turut layak menjadi peserta.

Dengan iuran bulanan Rp16.800 dengan asumsi upah Rp1juta, peserta informal akan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan dua program dasar layak yaitu JKK dan JKM.

Baca: DIY Targetkan Raih Anugerah Paritrana 2018 BPJS Ketenagakerjaan

"BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan atas resiko-resiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja," tambah dia.

Selain itu, jika dalam aktifitas pekerjaaan peserta mengalami kecelakaan, seluruh biaya akan di tanggung sesuai dengan kebutuhan medis masing-masing dan jika meninggal dunia akan memperoleh klaim hingga Rp24 juta. (jsf)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved