Kontak Senjata 2 Jam, Personel TNI-Polri Kuasai Puncak Kabo dari Tangan KKB Papua

Setelah terjadi kontak senjata lebih dari 2 jam, personel TNI-Polri berhasil menguasai Puncak Kabo dari tangan Kelompok Kriminal Bersenjata Papua

Kontak Senjata 2 Jam, Personel TNI-Polri Kuasai Puncak Kabo dari Tangan KKB Papua
IST
Helikopter milik TNI yang dipakai untuk mengevakuasi korban pembantaian dan terlibat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Kabo, Kabupaten Nduga, Papua 

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah terjadi kontak senjata lebih dari 2 jam, personel gabungan TNI-Polri berhasil menguasai Puncak Kabo dari tangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Puncak Kabo adalah lokasi para karyawan PT Istaka Karya dieksekusi oleh kelompok separatis di bawah komando Egianus Kogoya.

Kontak senjata antara tim evakuasi dari aparat penegak hukum dengan kelompok separatis terjadi di Puncak Kabo, Kali Yigi, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (5/12/2018).

Masih Ada 4 Pekerja Istaka Karya yang Belum Ditemukan di Nduga Papua

Pemerintah Anggarkan Rp430,8 Miliar untuk Bangun 35 Jembatan Trans Papua

Tim evakuasi dari aparat penegak hukum berusaha masuk ke wilayah itu untuk mengevakuasi para karyawan yang diduga telah tewas dibunuh.

Tak mudah bagi aparat penegak hukum untuk mengevakuasi jenazah. Sebab, untuk sampai ke wilayah itu, tim Belukar dan tim Nanggala harus berjalan kaki selama 2 jam dari Distrik Mbua, tempat pemberhentian terakhir.

Menuju ke Puncak Kabo, harus melalui jalur hutan yang lebat, berbukit, dan melewati sungai.

Tak hanya itu, kelompok Egianus Kogoya yang dilengkapi persenjataan tempur, melalukan perlawanan terhadap aparat penegak hukum.

Pada saat tim evakuasi memasuki Puncak Kabo, KKB melalukan serangan sekitar pukul 11.00 WIT.

Kontak senjata pun terjadi. Dalam kontak senjata itu, satu anggota tim Belukar atas nama Bharatu Wahyu NRP 95100020, Personil Yon B ki 3 Resimen II Pelopor menderita luka tembak pada bagian tangan.

Halaman
1234
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved