Pendidikan

Kampus Didorong Hasilkan Riset Kesehatan untuk Industri Manufaktur

Peneliti di tingkat perguruan tinggi dinilai bisa berperan untuk mendorong kemampuan daya saing bangsa dalam bidang industri manufaktur.

Kampus Didorong Hasilkan Riset Kesehatan untuk Industri Manufaktur
istimewa
Kampus Didorong Hasilkan Riset Kesehatan untuk Industri Manufaktur 

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Dr Paripurna Sugarda mengatakan periset di UGM saat ini diarahkan untuk menghasilkan riset yang bermanfaat bagi masyarakat dan potensial untuk dihilirisasi ke industri.

“Sekarang tidak lagi ada pemikiran bahwa riset hanya bermanfaat untuk ilmu pengetahuan atau kepentingan periset untuk naik pangkat ataupun jadi guru besar dan dimuat di jurnal lalu selesai,’katanya.

Paripurna mengatakan ketimpangan neraca perdagangan Indonesia yang lebih banyak impor daripada ekspor menurutnya juga disebabkan karena tingkat daya saing perdaganganyang rendah karena tidak semua hasil riset bisa dihilirasi ke industri.

“Jangan sampai periset menghasilkan hasil riset yang sulit dihilirkan,” katanya.

Menurutnya sudah saatnya periset di perguruan tinggi bisa menghilirisasi hasil risetnya baik langsung maupun tidak langsung ke industri.

Ia menerangkan selain di bidang kesehatan, pihaknya kini juga mendorong hilirisasi riset di bidang agro.

Satu di antaranya pengembangan industri pengolahan kakao di Kabupaten Batang,Jawa Tengah.

“Baru- baru ini menteri BUMN mengunjungi pabrik cokelat di batang jawa tengah yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden. Kita tahu, selama ini bahan baku cokelat kita dari luar, kita balik kita ambil barang dari luar negeri, kita olah, lalu kita ekspor lagi,” katanya.

Prof Dr Ocky Karna Radjasa, M Sc, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemrinstekdikti mengatakan tahun ini ada lebih 18 ribu periset mendapat pendanaan dari Kemenristekdikti.

Hingga tahun 2019,ada tiga tema riset yang diprioritaskan yakni pengembangan bahan pangan, pengembangan alat kesehatan, dan kemandirian obat.

Halaman
123
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved