Pendidikan

FK-KMK UGM Mengukuhkan Dasana Desa Kemadang

Desa Kemadang dipilih menjadi lokasi pengabdian masyarakat ini karena memiliki risiko multi bencana.

FK-KMK UGM Mengukuhkan Dasana Desa Kemadang
Dokumentasi FK-KMK UGM
FK-KMK UGM Mengukuhkan Dasana Desa Kemadang 

TRIBUNJOGJA.COM - Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK), UGM mengukuhkan Pemuda Siaga Bencana (DASANA) Desa Kemadang di Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul belum lama ini.

Kegiatan pengukuhan Dasana Desa Kemadang ini dilakukan sebagai kelanjutan dari kegiatan pelatihan siaga bencana bagi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Kemadang, SAR Pantai Baron dan Karang Taruna Desa Kemadang.

Syahirul Alim, dosen dari FK-KMK sebagai ketua pelaksana berharap Desana yang terbentuk dapat berperan dalam penanggulangan bencana mulai fase prabencana, tanggap bencana, dan pasca bencana.

Selain itu juga dapat menjalin jejaring yang melibatkan lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana.

Diterangkannya, Desa Kemadang dipilih menjadi lokasi pengabdian masyarakat ini karena memiliki risiko multi bencana meliputi gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, gelombang ekstrim dan abrasi, cuaca ekstrim, kekeringan, tanah longsor.

"Tingginya risiko bencana tersebut tidak diimbangi dengan fasilitas kesehatan yang memadai jika terjadi korban bencana. Dukungan fasilitas kesehatan terdekat hanyalah Puskesmas Tanjungsari, sedangkan untuk perawatan kesehatan yang lebih tinggi akan dirujuk pada RSUD Wonosari yang lokasinya jauh," terangnya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com, Kamis (6/12/2018).

Baca: UGM Resmikan Apotek Hewan

Dipaparkanya, Desa Kemadang juga memiliki kelompok populasi rentan bencana cukup besar seperti wanita, anak-anak, penduduk lanjut usia, dan penduduk dengan disabilitas.

Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke pantai Gunungkidul juga merupakan kelompok rentan terhadap bencana karena tidak memahami situasi lingkungan, terisolasi dalam komunikasi, serta tidak ada panduan evakuasi.

Selain pengukuhan Dasana, FK-KMK UGM juga menyerahkan 15 item emergency kit meliputi tabung oksigen, oksigen portable, bidai, perban elastis, mitela, dan perlengkapan perawatan luka lainya.

"Program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana melalui implementasi desa tangguh bencana di Desa Kemadang," tambahnya.

Baca: Rektor UGM: Nasionalisme di Era Mileneal adalah Anak Muda Hasilkan Karya yang Bermanfaat bagi Bangsa

Sementara Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Kemadang menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama generasi muda yang ada di Desa Kemadang.

"Minimal mengerti tentang kebencanaan dan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) sehingga bila terjadi bencana bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain," ucapnya.

Sedangkan Kepala Desa Kemadang, H Sutono berharap ilmu ini dapat disebarkan kepada masyarakat yang lain agar nantinya ketika terjadi bencana apapun dapat tertangani dengan baik. (*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved