Yogyakarta

BPJS Kesehatan Dorong Masyarakat yang Belum Terdaftar Peserta JKN-KIS untuk Segera Mendaftar

Capaian kepesertaan JKN yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY per 3 Desember 2018, total sebanyak 31.938.821 jiwa atau 79.12 persen.

BPJS Kesehatan Dorong Masyarakat yang Belum Terdaftar Peserta JKN-KIS untuk Segera Mendaftar
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Aris Jatmiko saat memberikan paparannya dalam acara media gathering di Lafayette Boutique Hotel 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan DIY terus memberikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat terkait program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Aris Jatmiko menyampaikan, sistem asuransi JKN ini bersifat sosial yang diambil dari budaya gotong royong.

Aris melanjutkan, namun terkadang prinsip gotong royong yang dianut oleh JKN masih belum betul-betul dipahami oleh masyarakat.

"Karena prinsip asuransi sistem gotong royong yang kita anut itu diharapkan yang sehat nantinya akan membantu yang sakit," ujar Aris saat menggelar media gathering di Lafayette Boutique Hotel pada Kamis (6/12/2018) petang.

Karena menurut Aris, apabila tidak saling gotong royong, risiko ketika sedang sakit yang kemudian menanggung sendiri biaya pengobatan, tentu menjadi berat.

Sehingga dengan adanya implementasi program JKN, risiko tersebut ditanggung secara bersama-sama sesuai prinsip gotong royong.

Aris menambahkan, melihat capaian kepesertaan JKN yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY per 3 Desember 2018, total telah memiliki peserta sebanyak 31.938.821 jiwa atau 79.12 persen.

Baca: Puluhan Desa Belum Daftarkan Perangkatnya dalam Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Dari jumlah total peserta JKN tersebut terdiri dari berbagai segmen yakni segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) baik negeri maupun swasta, pekerja mandiri, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan bukan pekerja.

Pasalnya, jika melihat roadmap yang telah ditetapkan nasional, Aris mengatakan, pada 1 Januari 2019 diharapkan peserta JKN mencapai 95 persen.

Hal ini sebagai syarat minimal untuk tercapainya cakupan Universal Health Coverage (UHC).

"Ini menjadi tugas berat kami, BPJS Jateng dan DIY terus melakukan sosialisasi agar masyarakat yang belum mendaftar untuk segera melakukan pendaftaran menjadi peserta JKN," lanjutnya.

Baca: Pemkot Yogyakarta Perpanjang Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Sehingga, ia berharap, fungsi gotong royong bisa tercapai, yakni yang sehat membantu saudara kita yang sakit.

"Ini tugas berat kami, yang seharusnya Januari 2019 tercapai 95 persen, sampai saat ini baru tercapai 79.12 persen," ucap dia.

Dari jumlah peserta yang jumlahnya mencapai 31 juta tersebut, pihaknya berharap tentu ke depan akselerasi pertambahan peserta JKN lebih cepat dan lebih baik. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved