Yogyakarta

Pusdalops BPBD DIY Terapkan Aplikasi Berbasis Smartphone

Melalui aplikasi tersebut, BPBD DIY dapat mengetahui apabila ada pergerakan tanah maupun untuk mengetahui tingkat curah hujan.

Pusdalops BPBD DIY Terapkan Aplikasi Berbasis Smartphone
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawetri
Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD DIY, Danang Samsurizal 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRUBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk mendapat informasi lebih cepat terkait potensi bencana alam pada musim penghujan, BPBD DIY menginvestasikan peralatan modern berbasis aplikasi melalui Smartphone yakni 'Disaster Information Management System'

Sementara ini, aplikasi berbasis Smartphone tersebut diterapkan di Kecamatan Imogiri dan Piyungan.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD DIY Danang Samsurizal menyampaikan, aplikasi berbasis Smartphone tersebut terpasang di Desa Selopamiro, Desa Wonolelo dan Desa Srimartani.

"Kita punya aplikasi canggih yang kita tanam sensor-sensor di tiga desa, jadi kami dari Pusdalops bisa tau potensi kerawanan atau risikonya meningkat atau tidak setelah kita dapat informasi langsung dari lapangan," kata Danang pada Tribunjogja.com.

Melalui aplikasi tersebut, BPBD DIY dapat mengetahui apabila ada pergerakan tanah maupun untuk mengetahui tingkat curah hujan.

"Sensor itu kan ngirim data ke Pusdalops atau ke server kita, sehingga kita tau perkembangan situasi lapangan terkait kondisi tanah," ucapnya pada Rabu (5/12/2018).

Baca: Masuk Musim Penghujan, BPBD Gunungkidul Minta Pemdes Cek EWS

Nantinya, kata Danang, aplikasi ini akan diterapkan pada daerah-daerah yang rawan longsor di wilayah DIY.

"Tahun depan akan kita pasang di Gunungkidul dan Kulon Progo," kata dia.

Ia menambahkan, EWS sendiri sudah tersebar di titik-titik rawan longsor di wilayah DIY, namun EWS yang masih berfungsi dengan baik belum dilakukan evaluasi kembali.

Pusdalops BPBD DIY menempatkan sensor-sensor tersebut supaya potensi kerawanan bencana alam dapat terpantau langsung dari Pusdalops.

Baca: Deteksi Dini Ancaman Banjir di Sungai Code, BPBD Miliki Tujuh Early Warning Sistem

"Kalau aplikasi yang baru ini bisa kita pantau saat itu juga karena terhubung smartphone," lanjutnya.

Beberapa alat penunjang aplikasi pendeteksi dini yang telah teraplikasi oleh smartphone tersebut diantaranya rangkaian dari inclinometer, ekstensometer serta alat pemantau curah hujan.

Danang melanjutkan, alat-alat tersebut kemudian dikombinasikan dengan rumus robotik yang nantinya akan memperoleh informasi seberapa ancaman potensi bencana alam.

"Pusdalops DIY punya gagasan inovasi bahwa kita menuju era industri revolusi 4.0 sehingga kita memanfaatkan big data itu ke dalam kerja Pusdalops," ujarnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved