Sleman

Perempuan Harus Seimbang antara Karir dan Keluarga

Istri Bupati Sleman mengajak agar para ibu bisa menjalani kehidupan yang seimbang antara karir dan keluarga.

Perempuan Harus Seimbang antara Karir dan Keluarga
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman selenggarakan sarasehan, Rabu (6/12/2018).

Dari pantauan Tribunjogja.com, sarasehan yang dihadiri sejumlah organisasi perempuan Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman ini untuk memperingati hari ibu ke-90.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sleman, Sri Wahyuni Dewi yang hadir sebagai pembicara menjelaskan bahwa kegiatan sarasehan ini bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan Indonesia dalam setiap aspek kehidupan ketahanan keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan peran perempuan agar dapat menyatu-padukan pola pembinaan keluarga dan pemberdayaan perempuan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup sejahtera lahir dan batin," jelasnya.

Istri Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang turut hadir dalam kesempatan itu juga mengajak agar para ibu bisa menjalani kehidupan yang seimbang antara karir dan keluarga.

Ia menceritakan bagaimana ia harus beraktivitas dalam berbagai organisasi sekaligus mendampingi kegiatan-kegiatan suami.

Baca: Pria Asal Sleman Ubah Limbah Kayu Jadi Mebel Kualitas Ekspor

Namun di sisi lain ia juga harus tetap berperan sebagai seorang ibu bagi tiga orang anaknya.

Ia pun berpesan pada para ibu agar jangan merasa takut gagal dalam mendidik anak-anaknya.

Selama bisa mengelola waktu kegiatan dengan baik.

"Upayakan kekurangan jadi kelebihan kita," ujar Kustini.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Sleman, Mafilindati Nuraeni memaparkan bahwa telah banyak keberhasilan dan kemajuan yang dicapai oleh perempuan di Indonesia hingga saat ini.

Baca: Gelar Peringatan Hari Ibu, Istri Bupati Sleman Imbau Para Ibu Hidup Seimbang

"Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi perempuan di Indonesia sebagai kelompok masyarakat yang rentan terhadap berbagai kasus kekerasan, eksploitasi dan perlakuan diskriminatif lainnya," bebernya.

Ia menilai hal tersebut patut menjadi perhatian semua pihak untuk lebih mengupayakan berbagai hal terkait keadilan gender demi terwujudnya keadilan gender yang proporsional di Indonesia.

Ia menyebut, dengan jumlah perempuan di sleman sebesar 50% dapat menjadi sumber potensial bagi pembangunan.

Maka dari itu, Mafilinda menekankan bahwa perlu ada peningkatan upaya melalui pembangunan yang responsif gender.(*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved