Yogyakarta

Perekonomian DIY 2019 Mendatang Diproyeksikan Tumbuh Positif

Perekonomian D.I. Yogyakarta diproyeksi akan mengalami akselerasi pertumbuhan yang cukup baik pada 2019 mendatang.

Perekonomian DIY 2019 Mendatang Diproyeksikan Tumbuh Positif
Tribun Jogja/ Yosef Leon Pinsker
Peserta undangan yang mewakili intansi pemerintahan, perbankan, pelaku usaha, dan akademisi, bergambar bersama usai kegiatan Pertemuan Tahunan BI KPw DIY 2018, Rabu (5/12) di Auditorium UAJY 

TRIBUNJOGJA.COM - Perekonomian D.I. Yogyakarta diproyeksi akan mengalami akselerasi pertumbuhan yang cukup baik pada 2019 mendatang.

Gambaran tersebut, dilihat berdasarkan kinerja ekonomi DIY pada 2018 yang menunjukkan tren pertumbuhan cukup positif.

Hal itu dikemukakan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) KPw DIY yang diadakan pada Rabu (5/12/2018) di Auditorium Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dengan mengambil tema 'Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan'.

Baca: Genjot Kunjungan Wisatawan, Dinas Tergerak Tata Kawasan Wisata Watu Goyang

Kepala KPw BI DIY, Budi Hanoto mengemukakan, pada 2018 ekonomi DIY ditopang oleh kinerja investasi seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang makin gencar dilaksanakan menjelang tahun 2019.

Tercatat sektor tersebut mampu tumbuh senilai 10,9 persen dibanding tahun sebelumnya (yoy), akibat pembangunan NYIA beserta akses infrastruktur pendukungnya.

Selain itu, sambungnya, stabilitas keuangan daerah di DIY juga terpantau dalam kondisi baik yang hingga akhir Oktober 2018 pertumbuhan kredit bank tercatat tumbuh 11,5 persen (yoy).

"Inflasi kita saat ini juga berada pada kisaran yang baik. Hingga Oktober tercatat pada kisaran 2,7 persen," kata dia.

Baca: Arahkan Ultra Mikro Kredit ke Desa, Sultan Ingin Dorong Kemandirian dan Tingkatkan Perekonomian Desa

Meskipun demikian, Budi menyatakan, sektor ekonomi DIY di tahun depan juga mesti menghadapi sejumlah tantangan berupa, pertumbuhan ekonomi yang belum berimbang, ketimpangan pendapatan yang tinggi dan angka kemiskinan yang masih di atas nasional.

Selain itu, Budi juga menyoroti terkait produktivitas TK yang rendah, akses pembiayaan yang terbatas, akses pasar ekspor yang terlalu umum, dan terbatasnya SDA DIY.

"Maka dari itu, kebijakan yang akomodatif akan terus ditempuh dan diperluas pada bidang makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, serta pengembangan ekonomi keuangan syariah untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan," tambah dia. (tribunjogja)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved