Bantul

FPRB Srimartani Pantau 6 Dusun Rawan Longsor di Bantul

Desa Srimartani, Piyungan, Bantul termasuk desa yang memiliki potensi rawan longsor di Bantul.

FPRB Srimartani Pantau 6 Dusun Rawan Longsor di Bantul
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Fathonaty
Tim vertical rescue melakukan evakuasi korban di tebing longsor di Dusun Tambalan, Srimartani, Piyungan, Bantul, Rabu (5/12/2018) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Desa Srimartani, Piyungan, Bantul termasuk desa yang memiliki potensi rawan longsor di Bantul.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Srimartani Ahmad Yani.

Kata Ahmad, hampir tiap musim hujan terjadi longsor di beberapa titik.

"Longsor tiap hujan pasti ada, tapi dengan skala tertentu," kata Ahmad pada Tribunjogja.com, Rabu (5/12/2018).

Desa Srimartani terletak di Kecamatan Piyungan yang memang kerap terjadi longsor.

Menurut data Pusdalops BPBD Bantul, di Piyungan pada 2017  tercatat 72 tanggal kejadian longsor.

Sedangkan pada Januari-Maret 2018 tercatat 9 tanggal kejadian longsor.

Di Srimartani sendiri kata Ahmad ada enam dusun yang memiliki titik potensi longsor.

Enam dusun ini yakni dusun Pos Piyungan (Tambalan), Mojosari, Kemloko, Umbulsari, Rejosari, dan Bulusari.

Untuk tahun ini FPRB Srimartani fokus memantau daerah Tambalan.

Baca: Watu Goyang, Wisata Alam Berbalut Legenda Rakyat di Bantul

Halaman
12
Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved