Bisnis

Executive Lecture Series 2018 : Angkat Tema Sukses dari Nol di Era Kompetisi

Executive Lecture Series 2018 dengan sub-tema Sukses dari Nol di Era Kompetisi kali ini menghadirkan Presiden Direktur Maspion Group, Salim Markus.

Executive Lecture Series 2018 : Angkat Tema Sukses dari Nol di Era Kompetisi
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Suasana Executive Lecture Series 2018 dengan sub-tema Sukses dari Nol di Era Kompetisi yang digelar MDSK UGM, Selasa (4/12/2018) di University Club Hotel. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Magister dan Doktor Studi Kebijakan (MDSK) bekerjasama dengan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM) melangsungkan Executive Lecture Series 2018 dengan sub-tema Sukses dari Nol di Era Kompetisi, Selasa (4/12/2018) di University Club Hotel.

Setelah sebelumnya menghadirkan Chairil Tanjung sebagai pembicara, pada kali ini turut pula didatangkan seorang pengusaha lain yakni Presiden Direktur Maspion Group, Salim Markus sebagai pembicara.

Adapun Executive Lecture Series 2018 merupakan satu dari beberapa program kerja instansi tersebut guna mengakomodasi satu di antara program konsentrasi di MDSK yakni kepemimpinan dan inovasi kebijakan agar mampu melahirkan SDM yang relevan sesuai dengan kebutuhan zaman.

"Terselenggaranya kegiatan ini berangkat dari respon atas bergesernya model kepemimpinan
akibat adanya perkembangan teknologi informasi dan digital yang membuat semua aspek terdisrupsi," kata Kepala Pusat Studi Kependudukan & Kebijakan UGM, Muhadjir Darwin dalam sambutannya.

Sehingga pada era ini, kata dia, kepemimpinan bukan lagi didefinisikan secara top down namun lebih kepada bottom-up.

Sehingga, definisi pemimpin tidak lagi cukup berbicara mengenai batas-batas, aturan, dan cara-cara memimpin berdasarkan buku teks namun juga harus belajar dari pengalaman praktis.

Baca: Tunggakan Pajak di KPP Pratama Yogyakarta Hampir Mencapai Rp 100 Miliar

Kegiatan yang dibungkus lewat sistem diskusi dialog ini berjalan sekitar kurang lebih dua jam.

Salim Markus banyak berkisah mengenai pengalaman dan proses yang dilaluinya ketika menjalani dunia entrepreneur.

"Saya terjun ke dunia bisnis itu sekitar usia 15 tahun karena termotivasi oleh ayah," kenang dia.

Ketika itu, tepatnya pada tahun 1965 Alim Markus hanya diberi modal sebesar dua juta dolar Hongkong oleh sang ayah dan memutuskan untuk berhenti dari dunia sekolah sehingga bisa fokus di dunia dagang.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved