Yogyakarta

Curah Hujan Meningkat, BMKG Prediksi Januari Masuki Puncak Musim Hujan

Curah hujan selama bulan Desember diprediksi tinggi, yaitu 301 hingga 500 mm/bulan.

Curah Hujan Meningkat, BMKG Prediksi Januari Masuki Puncak Musim Hujan
IST
Ilustrasi Air hujan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Kepala Kelompok Data dan Infromasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, MSI mengatakan wilayah DIY masih berpotensi hujan dengan kategori sedang hingga lebat.

Menurut hasil pantauan BMKG Yogyakarta, curah hujan dalam sehari mencapai 20 hingga 60 mm/hari.

"Wilayah DIY ke depan masih berpotensi hujan dengan kategori sedang hingga lebat. Mulai hujan umumnya siang, sore, hingga malam hari. Memasuki dasarian 2 hingga 3 Desember kondisi hujan diprediksi meningkat. Peningkatan tersebut termasuk intensitas dan frekuensi munculnya hujan," katanya pada Tribunjogja.com, Selasa (4/12/2018).

Ia menjelaskan hujan di wilayah DIY sudah mulai merata.

Curah hujan selama bulan Desember pun diprediksi tinggi, yaitu 301 hingga 500 mm/bulan.

Jika dibandingkan bulan November, hanya berkisar 100-200 mm/bulan.

"Curah hujan bulanan berkisar 301 hingga 500 mm/bulan. Itu masuk kategori tinggi. Bulan november cuma 201 hingga 300 mm/bulan, masuk kategori sedang. Kalau dilihat ada peningkatan curah hujan di Bulan Desember ini," jelasnya.

Baca: Picu Bencana Tanah Longsor, BPBD Kota Yogyakarta Minta Warga Tidak Tambang Pasir di Sungai

"Peningkatan curah hujan memang terjadi dengan menguatnya musim hujan. Jadi dari segi intensitas dan frekuensi akan mengalami peningkatan, mulai dari November, nanti meningkat Desember, dan akan meningkat lagi Januari 2019," sambungnya.

Pihaknya memprediksi puncak musim hujan disebagian besar wilayah Yogyakarta akan terjadi pada bulan Januari 2019.

Pada puncak musim hujan tersebut curah hujan bisa mencapai di atas 500 mm/ bulan.

Sementara untuk daerah Kulon Progo puncak musim hujan Desember 2018.

Baca: Pemanfaatan Air Hujan, Solusi untuk Masalah Kurangnya Air Bersih

Kemudian untuk Kabupaten Sleman sekitar Gunung merapi puncak musim hujan diperkirakan bulan Februari 2019.

Ia pun mengimbau masyrakat untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometerologi,sepretii banjir, longsor, pohon tumbang, bahaya petir, dan lain-lain.

Ia pun meminta petani agar mempersiapkan pola tanam yang sesuai dengan iklim musim hujan. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved