Bisnis

BI Gandeng Perbankan Distribusikan Rupiah untuk Stok Jelang Natal dan Tahun Baru

BI Kantor Perwakilan DIY memastikan stok rupiah untuk libur Natal dan Tahun Baru 2019 dipastikan aman.

BI Gandeng Perbankan Distribusikan Rupiah untuk Stok Jelang Natal dan Tahun Baru
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Assisten Direktur Deputi BI KPw DIY Probo Sukesi (kiri), Kepala Disperindag DIY Tri Saktiyana (dua dari kiri), Kepala Bappebti Wisnu Wardhana (dua dari kanan) dan Bulog Divre DIY dalam Rapat Koordinasi Daerah jelang Natal dan Tahun Baru di Hotel Inna Garuda, Selasa (4/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BI Kantor Perwakilan DIY memastikan stok rupiah untuk libur Natal dan Tahun Baru 2019 dipastikan aman.

Probo Sukesi, Assisten Direktur Deputi BI KPw DIY sekaligus Kepala Tim Pengembangan Ekonomi BI DIY menuturkan, untuk memastikan stok ketersediaan rupiah akan bekerjasama dengan pihak perbankan untuk proses distribusi.

"Untuk antisipasinya (Natal dan Tahun Baru) kita imbau ATM bank-bank untuk menyiapkan stok," katanya dalam Rapat Koordinasi Daerah bersama Bappebti dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Selasa (4/12/2018).

Oleh karena itu, pihaknya pun mengimbau bagi masyarakat untuk tak perlu resah dan khawatir untuk mendapatkan uang cash pada perayaan hari raya dan tahun baru.

Baca: Jelang Natal dan Tahun Baru, BI Siapkan Rupiah 2,3 Triliun

"Kita antisipasi, masyarakat tak perlu khawatir, kondisi uang rupiah aman," lanjutnya.

Sementara itu, BI juga tidak melayani penukaran uang baru. BI DIY mengarahkan untuk penukaran uang baru dapat dilayani di kantor Perbankan yang ada di DIY.

"BI tidak melayani penukaran uang baru dan tak layak edar tapi hanya melayani penukaran uang cacat, rusak itupun dengan batasan dan ketentuan tertentu," katanya.

Menyambut Natal dan Tahun Baru 2019 ini, Bank Indonesia Kantor Perwakilan DIY menyiapkan uang sejumlah 2,3 triliun rupiah untuk mengantisipasi hari raya Natal dan Tahun baru 2019 khususnya di DIY.

"Jumlah persediaan rupiah di tahun 2018 ini meningkat 37 persen dibanding 2017 yang hanya 1,6 triliun," katanya.

Baca: Bank Indonesia Perwakilan DIY Berikan Pelatihan Peningkatan Peran UMKM

Meningkatnya jumlah persediaan rupiah menjelang natal dan tahun baru ini, lanjut Probo, disebabkan oleh beberapa hal.

Selain masyarakat diprediksi akan berbelanja pada hari raya dan adanya potensi wisatawan yang berkunjung ke DIY, hal lain yang menyebabkan meningkatnya jumlah persediaan yakni karena banyaknya anggaran dan rencana program kerja yang dialokasikan oleh pemerintah maupun swasta yang ada di DIY.

Selain itu, Proyek pembangunan bandara NYIA juga berkontribusi meningkatkan jumlah persediaan kebutuhan rupiah khususnya menjelang natal dan akhir tahun.

"Bulan Desember juga memiliki jatah hari libur yang panjang kalau tidak salah tujuh (7) hari, jadi itu juga kita antisipasi," lanjut Probo.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved