Bisnis

Bawang Merah Picu Inflasi DIY Sebesar 0,46%

Kota Yogyakarta pada Bulan November 2018 mengalami inflasi sebesar 0,46%.

Bawang Merah Picu Inflasi DIY Sebesar 0,46%
theatlantic.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik (BPS) memantau perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Yogyakarta pada bulan November 2018 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, Kota Yogyakarta pada Bulan November 2018 mengalami inflasi sebesar  0,46%, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 130,47 pada Oktober 2018 menjadi 131,06 pada November 2018.

“Andil terbesar yang mendorong Inflasi adalah komoditas bawang merah sebesar 0,08%,” kata Kepala BPS DIY, Johanes de Britto Priyono pada Tribunjogja.com, Senin (3/12/2018).

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Bulan November 2018 sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi diantaranya : bawang merah naik 28,75% memberikan andil  0,08%; angkutan udara naik 3,50% dengan memberikan andil 0,05%; cabai merah dan telur ayam ras naik 16,03% dan 4,18% dengan masing-masing memberikan andil sebesar 0,03%.

Untuk laju inflasi kalender 2018 (November  2018 terhadap Desember 2017) sebesar 2,08% dan  laju inflasi year on year (November 2018 terhadap November  2017) sebesar 3,00%.

Baca: Tiga Jenis Menu Sushi dan Aneka Saus di Sumo Sushi Bar Jogja yang Wajib Kamu Ketahui

“Kenaikan sejumlah komoditas strategis tersebut sesuai dengan pola musiman yang dipengaruhi lonjakan permintaan menjelang libur akhir tahun. Selain itu, kenaikan harga pada komoditas beras, bawang merah dan aneka cabai juga sering terjadi dengan berakhirnya panen raya dan masuknya musim tanam di beberapa wilayah sentra produksi,” kata Ketua TPID DIY Budi Hanoto.

Guna mengantisipasi berlanjutnya tekanan inflasi ke depan terdapat beberapa upaya pengendahan inflasu dari TPID DIY antara lain melakukan sidak atau pemantauan harga dan pasokan dl pasar tradisional, pasar modern serta distributor bersama dengan Satgas Pangan dan aparat keamanan untuk menjamu kelancaran suppy dan distribusi bahan pangan.

Kemudian melakukan operasi pasar komoditi lainnya serta operasi pasar beras, optimalisasi Rumah Pangan Kita untuk penyaluran distribusi sembako, serta efektifitas Kios Segoro Amarto dan Segoro Amarto Mobile.(tribunjogja.com)

 

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved