Bisnis

Kontribusi Pertamina untuk Indonesia Jelang Revolusi Industri 4.0

Pemerintah telah menyusun roadmap industri 4.0 agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global.

Kontribusi Pertamina untuk Indonesia Jelang Revolusi Industri 4.0
Dokumentasi Humas Pertamina
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang, VP Asia HGR Communications Lydia Lu, Presiden Direktur Honeywell Indonesia Roy Kosasih, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., Asisten Keistimewaan Setda DIY Didik Purwadi, Dekan Fakultas Teknik UGM Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA –  Indonesia telah memasuki gerbang Revolusi Industri 4.0 atau industri generasi keempat.

Revolusi industri 4.0 dimulai dengan revolusi internet yang sebenarnya telah berlangsung di sejak tahun 90an.

Namun, di tahun-tahun awal kehadiran internet, belum banyak yang mengetahui jika efeknya akan seperti ini.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto pernah menyebutkan jika seluruh negara di dunia baru melihat apa efek internet of things saat ini.

Ternyata dampaknya luar biasa bagi tatanan peradaban di dunia.

Sejatinya, pemanfaatan internet of this ini pertama kali dilakukan oleh Jerman, dan Jermanlah yang mengglobalkan istilah industri 4.0.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, pemerintah sendiri telah menyusun roadmap industri 4.0 dengan bantuan sejumlah pihak.

Dengan adanya roadmap tersebut, maka pemerintah berharap nanti mampu meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global.

Kesiapan sumber daya manusia dalam menyambut industri 4.0 adalah menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Halaman
123
Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved