Kota Magelang

Angka Keterwakilan Perempuan pada Pemilihan Legislatif di Kota Magelang Dinilai Masih Kurang

Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, mengatakan, angka keterwakilan perempuan pada Pemilihan Umum (Pemilu) dinilai masih kurang.

Angka Keterwakilan Perempuan pada Pemilihan Legislatif di Kota Magelang Dinilai Masih Kurang
IST
Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, memberikan pengarahan kepada para calon legislatif perempuan yang ada di Kota Magelang dalam Workshop Pelaksanaan Kebijakan Perlidungan Perempuan Di Daerah, di Kebon Sumilir, Jumat (30/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, mengatakan, angka keterwakilan perempuan pada Pemilihan Umum (Pemilu) dinilai masih kurang.

Hal ini melihat pada komposisi anggota legislatif perempuan yang duduk di kursi DPRD Kota Magelang hanya sebesar 25 persen, atau enam orang saja.

"Keterwakilan perempuan di kursi legislatif, kami rasa masih minim, meski saat ini sudah ada perubahan. Partisipasi perempuan kurang ini mungkin kaitannya dengan kepercayaan diri perempuan untuk maju 'nyaleg' yang kurang. Oleh karena itu perlu ada peningkatan kepercayaan diri. Caleg dapat mengenali potensi atau modalitas. Tunjukkan itu saat kampanye," ujar Windarti Agustina, Jumat (30/11/2018), saat menghadiri Workshop Pelaksanaan Kebijakan Perlidungan Perempuan Di Daerah, di Kebon Sumilir.

Baca: Longsor di Kaliangkrik Rusak Satu Rumah Warga

Kurangnya keterwakilan perempuan ini harus diwujudkan dalam Pemilu 2019 mendatang, paling tidak 30 persen dari jumlah keseluruhan caleg.

Hal tersebut diatur pada UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan juga tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 pasal 6 bahwa daftar calon wajib memuat keterwakilan perempuan sedikitnya 30 persen.

Oleh karena itu, Windarti meminta, para calon legislatif perempuan harus dapat bersaing dengan caleg-caleg lainnya dari kalangan laki-laki yang saat ini masih sangat mendominasi.

Mereka perlu menunjukkan potensi dan kemampuan diri mereka, yang juga setara, atau bahkan lebih dengan para caleg laki-laki.

Baca: Penampakan Mbang Lampir, Petilasan yang Ramai Didatangi Pelamar CPNS dan Para Caleg

"Calon legislatif perempuan harus mampu bersaing. Baik dengan laki-laki ataupun dengan caleg perempuan musuhnya. Caleg-caleg yang baru di sini harus benar-benar memperlihatkan potensi atau kemampuan diri," ujarnya.

Windarti mengatakan, potensi dan kemampuan diri ini penting, karena bukan hanya aspek penampilan saja yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih, tetapi juga kepada kecerdasan atau intelegensi, kepadaian dan kemampuan para caleg perempuan.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved