Perhiasan Aksara Jawa Sarat Makna dari HENJU by Gracy

Merek perhiasan lokal buatan tangan atau handmade, HENJU by Gracy mengadopsi aksara Jawa untuk dijadikan motif berbagai produk aksesori.

Perhiasan Aksara Jawa Sarat Makna dari HENJU by Gracy
www.instagram.com/henju.by.gracy
Aksesori edisi Aksara Jawa dari HENJU by Gracy. 

TRIBUNJOGJA.COM - Merek perhiasan lokal buatan tangan atau handmade, HENJU by Gracy mengadopsi aksara Jawa untuk dijadikan motif berbagai produk aksesori.

Aksara Jawa sebagai warisan budaya leluhur telah menginspirasi Gracy bersama tim untuk membuat perhiasan dengan unsur nusantara.

Baca: Cara Dapatkan Ayam Panggang PUBG Mobile Roasted Chicken Event Royale Pass Season 4

Ditemui Tribunjogja.com dari VOC Cafe, Rabu (28/11/2018), Gracy mengaku awalnya dia mendapat pesanan untuk membuat perhiasan dengan aksara Yunani, kemudian berkembang menjadi aksara Jawa.

"Waktu itu ada klien minta dibuatkan dengan aksara Yunani, lalu kepikiran kenapa tidak dengan aksara Jawa. Terus mengembangkan dari situ," ungkapnya.

Edisi Aksara Jawa dari HENJU by Gracy dikembangkan sejak dua tahun lalu.

Baca: Museum Air di Yogyakarta Miliki Banyak Spot Instagramable

"Awalnya kami membuatnya (Edisi Aksara Jawa) dengan berbagai macam kawat. Sekarang, kami sedang mengembangkannya dengan batuan," katanya.

Gracy mengatakan untuk proses pembuatan perhiasan edisi Aksara Jawa memakan waktu 5-15 menit.

Dia menyampaikan jika edisi Aksara Jawa ini bisa dipesan sesuai keinginan klien.

Baca: Pertama Kalinya, 3 Laboratorium di Universitas Besar Indonesia Terhubung

Namun, HENJU juga menyediakan beberapa kata yang dibuat edisi Aksara Jawa.

"Kita sudah menyiapkan beberapa kata, misalnya bumi, sekar, ranu, tirto, segoro, suwargo, karma, semacam itu," ungkapnya.

Gracy menceritakan tentang bagaimana proses pemilihan kata-kata ini.

Baca: Kisah Tragis 145 Paus Menangis dan Meneteskan Air Mata Sebelum Mati Bersama Saat Terdampar

"Dipilih karena memiliki arti yang bagus. Misalnya, air. Nggak mungkin 'kan kita hidup tanpa air, sebagai prasyarat kehidupan. Ranu, banyu, air semua 'kan artinya, tapi dalam keadaan yang berbeda-beda," ucap wanita berambut panjang ini.

"Menariknya Aksara Jawa ini, orang bisa personalized. Kamu ingin ada sesuatu yang bermakna untukmu, misalnya menuliskan nama ibumu. Tapi, kamu hanya ingin kamu yang tahu. Jadi, itu meaningful buatmu. Orang mungkin akam melihat, tapi tidak mengerti karena mungkin tidak tahu, kecuali yang bisa membaca aksara Jawa," sambungnya.

(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: ose
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved