Jawa

Nafa Urbach Lolos dari Pidana Pemilu

Kasus dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh artis cantik asal Magelang, Nafa Urbach, dihentikan.

Nafa Urbach Lolos dari Pidana Pemilu
Tribun Jogja/Rendika F
Nafa Urbach diperiksa Bawaslu Kota Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kasus dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh artis cantik asal Magelang, Nafa Urbach, dihentikan.

Tim Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Magelang menyatakan tidak ada unsur pidana yang dilanggar oleh calon legislatif DPR RI dari Partai Nasdem tersebut.

"Kasus pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh artis, Nafa Urbach, sudah berhenti di Gakkumdu, pada rapat pembahasan ke dua, Gakkumdu menyatakan tidak ada pelanggaran pidana di sana," ujar Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Magelang, Fauzan Rofiqun, Selasa (27/11/2018).

Nafa Urbach sebelumnya diperiksa oleh Bawaslu Kabupaten Magelang atas dugaan pelanggaran kampanye dengan penggunaan mobil tangki air BPBD Kabupaten Magelang nopol AA 9537 HB (plat merah) untuk kampanye.

Baca: Nafa Urbach Diperiksa Bawaslu Kabupaten Magelang Tersandung Masalah Pakai Mobil Pelat Merah

Dia pun dipanggil dan diperiksa oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang, Rabu (14/11/2018).

Dari keterangannya, Nafa mengaku tidak tahu menahu atas pelanggaran penggunaan mobil tangki tersebut karena seluruh program kampanye langsung diurus oleh tim kampanyenya.

Gakkumdu Kabupaten Magelang pun langsung melakukan pembahasan terkait pelanggaran tersebut.

Namun pada prosesnya, jaksa dan penyidik kepolisian dari Polres Magelang menyatakan tidak ada unsur pidana dalam kasus tersebut.

Sementara dari Bawaslu Kabupaten Magelang kukuh jika Nafa tetap melanggar.

Baca: Bawaslu Kabupaten Magelang Panggil Nafa Urbach Terkait Pemasangan APK pada Mobil Tangki BPBD

"Unsur-unsur dari Bawaslu tetap menggunakan Pasal 521 juncto Pasal 280 ayat (1) huruf h UU 7 tahun 2017, disana ada unsur pidana penggunaan fasilitas pemerintah, tetapi dari jaksa penyidik kepolisian Polres Magelang mengatakan di pasal 280 ayat 4 disana huruf H, bahwa penggunaan faislitas negara tidak termasuk dalam delik pidana, bukan termasuk pelanggaran pidana," ujar Fauzan.

Lanjut Fauzan, atas dasar tersebut, Gakkumdu pun memutuskan untuk menghentikan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Kasus itu pun dianggap selesai.

Bawaslu sendiri tidak memberikan tindakan lebih lanjut terhadap yang bersangkutan.

"Kita proses tetapi tidak memenuhi unsur pidana, kasus sudah selesai," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved