Travel

Tak Hanya Ramayana, PT TWC Juga Pentaskan Dramatari Roro Jonggrang

Tak Hanya Ramayana, PT TWC Juga Pentaskan Dramatari Roro Jonggrang di Candi Prambanan.

Tak Hanya Ramayana, PT TWC Juga Pentaskan Dramatari Roro Jonggrang
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Penampilan perdana Dramatari Roro Jonggrang di Gedung Trimurti Prambanan sebagai khasanah pertunjukan wisata baru di Candi Prambanan, Minggu (25/11/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko sebagai BUMN yang berhak mengelola kawasan warisan budaya meluncurkan drama tari Legenda Roro Jonggrang, Minggu (25/11/2018) malam.

Peluncuran ini ditandai dengan pementasan perdana di Gedung Trimurti Prambanan.

Kehadiran sendratari baru yang mengangkat kisah Roro Jonggrang ini akan mendampingi sendratari Ramayana yang telah ada lebih dulu dan telah eksis selama kurang lebih 57 tahun.

Edy Setijono, Direktur Utama PT TWC menuturkan, dengan adanya sendratari Roro Jonggrang ini menjadi bagian pengembangan budaya yang pihaknya lakukan serta menambah khasanah hiburan atraksi yang dihadirkan Prambanan bagi wisatawan.

Baca: Menikmati Keindahan Sermo, Waduk di Antara Perbukitan Menoreh

"Sendratari Ramayana sudah ada sejak tahun 1961, dan dibangun sedemikian rupa sehingga menjadi bagian diplomasi budaya. Kini dilahirkan karya baru yang semoga bisa menambah khazanah budaya bangsa," ujarnya.

Drama tari Legenda Roro Jonggrang ini rencananya akan mulai ditampilkan ke publik pada bulan Desember mendatang sebanyak 10 kali pentas.

Selanjutnya pada bulan Januari 2019, pementasan akan diistirahatkan sementara dan akan dilakukan evaluasi. Hiburan sendratari Roro Jonggrang ini akan kembali dipentaskan pada Februari 2019.

Penampilan perdana Dramatari Roro Jonggrang di Gedung Trimurti Prambanan sebagai khasanah pertunjukan wisata baru di Candi Prambanan, Minggu (25/11/2018).
Penampilan perdana Dramatari Roro Jonggrang di Gedung Trimurti Prambanan sebagai khasanah pertunjukan wisata baru di Candi Prambanan, Minggu (25/11/2018). (TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan)

"Untuk persiapannya butuh waktu tiga bulan, sedangkan untuk rancangan konsepnya sendiri perlu waktu hingga satu tahun. Semoga drama tari ini bisa diapresiasi oleh wisatawan," lanjut Edy.

Lebih lanjut, Edy membeberkan, sendratari Legenda Roro Jonggrang mengusung konsep yang berbeda dari pendahulunya, yakni Ramayana.

Tarian berdurasi 60 menit ini akan memiliki ritme, dan komposisi yang bernuansa lebih modern dengan gerakan yang lebih rancak.

Baca: Lima Angkringan Paling Populer dan Terkenal di Yogyakarta, Wajib Dicoba!

Tarian hip hop, break dance, love dance, dan video mapping juga akan dimasukkan dalam pertunjukkan tari tersebut.

Pertunjukkan ini melibatkan 40 penari, dengan komposisi penari dari generasi muda usia berkisar antara 20 hingga 25 tahun.

Langkah ini sekaligus sebagai upaya untuk melakukan regenerasi seniman tari yang tampil di Prambanan.

Untuk menikmati sajian sendratari ini dibanderol mulai harga Rp 50ribu (pelajar), Rp 150ribu (kelas 1) dan Rp 250ribu (kelas khusus). (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved