Yogyakarta

Periksa 8 Saksi Lebih, Polda DIY Segera Lakukan Gelar Perkara Kasus Pelecehan Seksual UGM

Polda DIY bekerjasama dengan Polda Maluku telah memeriksa lebih dari delapan orang untuk dimintai keterangan.

Periksa 8 Saksi Lebih, Polda DIY Segera Lakukan Gelar Perkara Kasus Pelecehan Seksual UGM
Grafis TRIBUNjogja.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polda DIY bekerjasama dengan Polda Maluku telah memeriksa lebih dari delapan orang untuk dimintai keterangan.

Pemeriksaan tersebut merupakan proses penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh mahasiswi UGM saat KKN di Maluku pertengahan 2017 lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan sejak mendapat surat pengaduan dari UGM, pihaknya langsung melaksanakan penyelidikan.

Penyelidikan dilakukan bersamaan dengan Polda Maluku.

"Jadi begini, kami sudah menerima surat pengaduan dari UGM. Semenjak kami menerima surat pengaduan dari UGM, kami Polda DIY melaksanakan penyelidikan. Polda Maluku juga melaksanakan penyelidikan, kami laksanakan bersama-sama," katanya saat ditemui awak media, Kamis (22/11/2018).

"Dari penyelidikan itu kami sudah ambil keterangan, bentuknya adalah interogasi beberapa orang. Sudah delapan orang lebih yang kami ambil keterangannya. Penyintas sudah. Ada banyak yang diperiksa, ada orang sipil ada orang umum," sambungnya.

Ia mengungkapkan terduga pelaku, HS juga sudah dimintai keterangan.

Baca: Polda DIY Temui Penyintas Pelecehan Seksual

Menurutnya status HS saat ini masih belum sebagai pelaku.

Hal itu karena pihak kepolisan belum bisa menyimpulkan HS sebagai pelaku atau tidak.

"Sudah dimintai keterangan juga (HS). Kita tidak bisa bilang itu pelaku, karena pelaku itu adalah orang yang diduga melakukan tindak pidana. Kita belum bisa menyimpulkan apakah pelaku atau tidak. Iya status terperiksa," ungkapnya.

Pihaknya pun akan segera melakukan gelar perkara.

Baca: Investigasi Kasus Pelecehan Seksual, ORI Temui Direktur Departemen Pengabdian Kepada Masyarakat UGM

Gelar perkara dilakukan untuk menentukan apakah penyelidikan yang dilakukan dapat ditinhkatkan menjadi penyidikan, atau cukup di penyelidikan.

Terkait waktu penyelesaian, ia tidak bisa menentukan berapa lama untuk menyelesaikan.

"Waktunya tidak bisa kami jawab, jadi kami menerima pengaduan kemudian melakukan pemeriksaan. Saat ini kami sedang mempersiapkan waktu untuk gelar perkara. Untuk menentukan apakah bisa ditingkatkan menjadi penyelidikan atau cukup di penyidikan saja," tutupnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved