Jawa

Sistem Peringatan Dini Dipasang di Lima Titik Rawan Longsor di Kabupaten Magelang

Edy pun berharap dengan EWS (Early Warning System) Longsor tersebut masyarakat, khususnya di wilayah terancam, dapat lebih waspada

Sistem Peringatan Dini Dipasang di Lima Titik Rawan Longsor di Kabupaten Magelang
IST
Petugas dari BPBD Kabupaten Magelang dengan dibantu relawan dan warga melakukan pemasangan sistem peringatan dini bahaya tanah longsor atau EWS (Early Warning System) di sejumlah lokasi rawan longsor, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang memasang sistem peringatan dini bahaya tanah longsor atau EWS (Early Warning System) di sejumlah lokasi rawan longsor, Rabu (21/11/2018).

Pemasangan piranti peringatan dini bahaya tersebut dilakukan di lima titik rawan, yakni di Dusun Citran Desa Ngepanrejo Kecamatan Bandongan; Dusun Karang Wetan, Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman;

Dusun Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag; Dusun Miriombo Wetan, Desa Giripuro, Kecamatan Borobudur; Dusun Ngadisono Desa Windusari Kecamatan Windusari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan, pemasangan piranti EWS ini untuk mengantisipasi terjadinya tanah longsor. Pasalnya, terdapat sejumlah lokasi yang masih rawan longsor.

Baca: Awal Musim Penghujan, Sudah 16 Bencana Longsor dan 5 Angin Kencang Terjadi di Kabupaten Magelang

"Ini adalah salah satu upaya mitigasi bencana yang dilakukan BPBD Kabupaten Magelang untuk mengantisipasi terjadinya tanah longsor. Sampai degan saat ini telah dipasang EWS di titik-titik rawan longsor," ujar Edy, Rabu (21/11/2018).

Untuk lokasi pemasangan EWS ini sendiri memiliki potensi kerawanan yang berbeda.

Petugas dari BPBD Kabupaten Magelang dengan dibantu relawan dan warga melakukan pemasangan sistem peringatan dini bahaya tanah longsor atau EWS (Early Warning System) di sejumlah lokasi rawan longsor, Rabu (21/11/2018).
Petugas dari BPBD Kabupaten Magelang dengan dibantu relawan dan warga melakukan pemasangan sistem peringatan dini bahaya tanah longsor atau EWS (Early Warning System) di sejumlah lokasi rawan longsor, Rabu (21/11/2018). (IST)

Seperti di Dusun Citran Desa Ngepanrejo Kecamatan Bandongan yang terdapat potensi longsor yang mengancam warga di RW 04 sejumlah 180 KKatau 700 jiwa.

Dusun Karang Wetan, Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman, yang terdapat rekahan dengan panjang rekahan kurang lebih 100 meter yang mengancam 13 KK atau 40 jiwa dengan jarak rekahan dengan permukiman paling atas kurang lebih lima meter.

Dusun Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag,terdapat rekahan dengan panjang rekahan kurang lebih 50 meter yang mengancam lima KK atau 20 jiwa, jarak rekahan dengan permukiman 100 meter.

Baca: Enam Kecamatan di Gunungkidul Masuk Zona Merah Rawan Longsor

Dusun Miriombo Wetan, Desa Giripuro, Kecamatan Borobudur terdapat rekahan dengan panjang rekahan kurang lebih 50 meter yang mengancam 14 Rumah dan 36 jiwa dengan jarak rekahan ke permukiman kurang lebih 40 meter.

Terakhir di Dusun Ngadisono Desa Windusari Kecamatan Windusari

Edy pun berharap dengan EWS (Early Warning System) Longsor tersebut masyarakat, khususnya di wilayah terancam, dapat lebih waspada akan terjadinya tanah longsor terutama di musim hujan.

"Kami harapkan dengan adanya EWS ini masyarakat dapat mengetahui jika adanya potensi bencana longsor, sehingga mereka dapat segera menjauh dan menyelamatkan diri," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved