Menelusuri Lorong Lava Terpanjang di Bawah Tanah Kipuka Kanohina

Penjelajah gua kelas dunia datang untuk menelusuri dan memetakan Kipuka Kanohina, jaringan gua lava, di kedalaman 5 hingga 25 meter di bawah kota

Menelusuri Lorong Lava Terpanjang di Bawah Tanah Kipuka Kanohina
IST/Peter Bosted
Ann Bosted di antara batuan gua yang berbalut mineral di Bawah Tanah Kipuka Kanohina 

TRIBUNJOGJA.COM - Penjelajah gua veteran, Peter dan Ann Bosted, tengah bermobil di seputar kota tempat tinggal mereka, Hawaiian Ocean View, di Pulau Hawaii. Saat itu, Ann melihat lubang kecil di pinggir jalan.

Lebar lubang itu tidak lebih dari satu meter, cukup besar dan menggoda pasangan itu untuk menghentikan mobil dan mencoba memasukinya.

“Kami punya beberapa jam waktu luang, jadi kami mulai mengamati dan kami menemukan lorong samping yang ternyata jauh lebih berliku daripada dugaan kami,” kata Peter Bosted.

Di rumahnya, Peter menandai puka atau mulut gua, di peta digital miliknya. Ia merencanakan untuk kembali ke sana lagi setelah mengantongi izin dari pemilik tanah.

Dari luar angkasa, Kota Hawaiian Ocean View terlihat seperti tikar di sisi gunung berapi Mauna Loa. Kawasan dengan luas 264 kilometer persegi itu memiliki penduduk kurang dari 4.500 jiwa.

Ocean View telah menjadi tujuan penjelajah gua kelas dunia, yang datang untuk menelusuri dan memetakan Kipuka Kanohina, jaringan gua lava, di kedalaman 5 hingga 25 meter di bawah kota.

Pemandangan lorong lava di Kipuka Kanohina
Pemandangan lorong lava di Kipuka Kanohina ()

Gua tercipta melalui dua cara: cepat dan lambat. Banyak gua-gua ikonik dunia terpahat selama jutaan tahun oleh tetesan serta aliran air asam, melalui batuan gamping yang mudah larut.

Sebaliknya, gua-gua lava yang dikenal luas sebagai tabung lava, secara geologis terbentuk dalam sekejap mata—satu atau dua tahun, kadang-kadang bahkan hanya dalam hitungan pekan oleh erupsi dari kerak Bumi.

Sebagian besar tabung lava di Hawaii dibentuk oleh jenis aliran lava kental yang disebut ‘pahoehoe’. Setelah mengalir dari dalam gunung berapi, lava di permukaan didinginkan oleh udara dan langsung mengeras, menciptakan lapisan luar elastis mirip kulit.

Di bawah lapisan mengeras ini, lava terus mengalir, mengikis tanah di bawahnya dan memahat lorong-lorong bawah tanah. Karena terlindung dari pajanan udara, lava panas dapat terus mendesak tanpa hambatan, sering kali hingga berkilo-kilometer.

Halaman
1234
Editor: iwanoganapriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved