Jawa

Tradisi Grebeg Pisangan, Suka Cita Masyarakat Magelang Peringati Kelahiran Nabi

Melalui cara ini, masyarakat tak hanya dapat mengetahui riwayat nabi Muhammad, tetapi juga meneladaninya.

Tradisi Grebeg Pisangan, Suka Cita Masyarakat Magelang Peringati Kelahiran Nabi
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Dusun Jetak Desa Sidorejo Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang, Selasa (20/11). Warga desa berbondong-bondong membawa hasil bumi berupa pisang ke masjid dusun. Lalu mereka melantunkan shalawat nabi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Kabupaten Magelang pada Selasa (20/11/2018) ini dirayakan dengan berbagai cara.

Satu di antaranya yang menarik adalah tradisi Grebeg Pisangan di Dusun Jetak Desa Sidorejo Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang.

Dari pantauan Tribunjogja.com, pada tradisi Grebeg Pisangan ini, warga desa berbondong-bondong membawa hasil bumi berupa pisang dan jajanan pasar ke masjid dusun.

Di masjid, mereka melantukan shalawat untuk nabi Muhammad, Setelah itu mereka menyantap makanan bersama-sama.

KH Masduki, seorang tokoh masyarakat Dusun Jetak, mengatakan, tradisi ini menjadi satu dari beberapa rutinitas warga untuk memeriahkan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Melalui cara ini, masyarakat tak hanya dapat mengetahui riwayat nabi Muhammad, tetapi juga meneladaninya.

"Sebagai umat muslim kita wajib untuk memeriahkan kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW, dan warisan yang sudah ada sejak dulu ini harus tetap kita jalankan. Hal ini dilaksanakan agar masyarakat tahu pada zaman dahulu leluhurnya juga secara bersama-sama memeriahkan maulud kanjeng Nabi dengan cara seperti ini,” ujar Masduki, Selasa (20/11/2018).

Sebelum acara grebeg pisang dilaksanakan, masyarakat juga melaksanakan Shalawat Nabi, berjanji, Diba'an, dan Djanel sebagai salah satu warisan kabudayan masyarakat bernuansa religius tanpa meninggalkan syariat islam.

Dibaan sendiri adalah tradisi membaca shalawat kepada nabi Muhamamd SAW yang dilakukan oleh masyarakat. Istilah diba’an mengacu pada kitab Maulid Diba’ yang berisi syair pujaan kepada nabi Muhammad.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved