Yogyakarta

Jogja Fashion Week XIII Melenggang di Hartono Mall

JFW merupakan satu dari beberapa acara rutin tahunan yang terbukti mampu mendorong berkembangnya sektor industri kreatif.

Jogja Fashion Week XIII Melenggang di Hartono Mall
TRIBUNJOGJA.COM / Victor Mahrizal
Gelaran Jogja Fashion Week XIII secara resmi dibuka pada Selasa (20/11/2018) di Hartono Mall Jogja, acara ini dan akan berlangsung hingga 23 November 2018. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhelatan akbar yang menjadi barometer desainer di Kota Gudeg, Jogja Fashion Week XIII hadir dengan mengambil tajuk Perspectrum, di Hartono Mall Jogja secara resmi dibuka pada Selasa (20/11/2018), dan akan berlangsung hingga 23 November 2018.

Pembukaan JFW XIII ditandai dengan penekanan layar sentuh secara bersama oleh Show Director JWF XIII Phillip Iswadono, Afif Syakur selaku Project Director JFW XIII Afif Syakur, GM Hartono Mall Jogja Dian Widiyanti, dan Kepala Disperindag DIY Saktiayana.

"Kami berharap Jogja Fashion Week (JFW) XIII ini mampu mendorong berkembangnya sektor industri kreatif khususnya produk fesyen," kata Saktiayana.

Menurutnya, JFW merupakan satu dari beberapa acara rutin tahunan yang terbukti mampu mendorong berkembangnya sektor industri kreatif khususnya produk fesyen di DIY yang turut menjadi penyumbang kemajuan industri fesyen nasional.

Phillip menjelaskan dipilihnya tema Perspectrum ini untuk JFW XIII didasarkan pada tujuan untuk memberikan inspirasi keberanian dan kebaruan untuk mengeksplorasi kekayaan wastra nusantara dengan konsep futuristik dan spektakuler.

Baca: Lia Mustafa Tampilkan Busana Bercorak Militer di Jogja Fashion Week 2018

"Perspectrum ini akan menjadi warna baru, perspectrum baru di dunia fasyen yang kini akan kita mulai dari Yogyakarta,” ujarnya.

Sementara GM Hartono Mall Jogja, Dian Widiyanti menambahkan bahwa kini pusat perbelanjaan sudah bertransformasi tidak  hanya sebatas aktivitas jual beli, namun juga ikut bersosialisasi untuk turut membangun industri kreatif dan pariwisata bagi lingkungannya.

“Kami juga punya tanggungjawab untuk menciptakan iklim industri yang sehat demi sumbangsih kami untuk pembangunan daerah khususnya Yogyakarta tempat dimana kami berada,” tandasnya.(tribunjogja.com)

Penulis: vim
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved