Kota Yogya
Guru Honorer K2 Tagih Janji Pemerintah Soal Pengangkatan Tenaga Bantu
Guru Honorer K2 Kota Yogyakarta Tagih Janji Pemerintah Soal Pengangkatan Tenaga Bantu
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Puluhan Tenaga Honorer K2 yang ada di Kota Yogyakarta mendatangi Gedung DPRD Kota Yogyakarta, Senin (19/11/2018).
Mereka menyampaikan keluhan terkait janji pemerintah yang tak kunjung diwujudkan mengenai pengangkatan mereka menjadi PNS.
Salah satu tenaga honorer atau juga disebut tenaga bantu (naban), Sarjoko menyatakan bahwa pada tahun 2013 pemerintah pusat menjanjikan pengangkatan sekitar 400 ribu naban di seluruh Indonesia.
"Tapi menteri berganti-ganti terus. Kami diberi janji-janji terus oleh pemerintah sampai detik ini," ucapnya.
Baca: Pastikan Jalur Kerera Api Aman, Daop VI Yogyakarta Siagakan Petugas Jaga di Daerah Rawan Bencana
Selain itu, ia pun mengeluhkan penetapan passing grade untuk tes CPNS tahun ini yang dirasa terlalu tinggi.
Sujarko menambahkan, akibat passing grade yang dinilai terlalu tinggi banyak K2 maupun peserta tes CPNS pada umumnya yang gagal.
"Bahkan pemerintah mengubah aturan tersebut, passing grade diturunkan urut ranking. Padahal di Permen sudah ada aturan. Kenapa kami K2 kemarin yang tidak lolos tidak bisa urut ranking saja," keluhnya.
Baca: Hajad Dalem Kondur Gangsa Akan Digelar Malam Ini
Pria yang telah mengabdikan diri di instansi pemerintahan selama 24 tahun tersebut juga menagih janji Menpan RB untuk segera memberikan kejelasan mengenai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
"Tapi tidak jelas sampai sekarang. Kami siap kalau P3K, tapi tidak disamakan dengan jalur umum karena jalur umum juga dibukakan kabarnya," tambahnya.
Ia pun meminta agar dewan, dalam hal ini DPRD Kota Yogyakarta untuk bisa mengawal semua keluh kesah tenaga bantu di Kota Yogyakarta yang sudah bekerja puluhan tahun namun belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. (tribunjogja)