Kota Yogya

Sepanjang 2018, 6.753 Pasien Gangguan Kejiwaan Ditangani Dinas Kesehatan Kota Yogya

Sepanjang 2018, 6.753 Pasien Gangguan Kejiwaan Ditangani Dinas Kesehatan Kota Yogya

Sepanjang 2018, 6.753 Pasien Gangguan Kejiwaan Ditangani Dinas Kesehatan Kota Yogya
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM - Sepanjang 2018 ini tercatat 6.753 kasus orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan orang dengan gangguan kejiwaan (ODGK) berobat ke Puskesmas yang ada di Kota Yogyakarta.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Iva Kusoyarini menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, kasus yang mendominasi adalah ODMK.

Walau demikian, jumlah kasus ODGK tidak dapat disepelekan karena jumlahnya mencapai 914 kasus.

"Untuk ODGK yang berat dan paling banyak adalah skizofrenia dan gangguan psikotik. Sementara untuk masalah kejiwaan ringan misalkan depresi dan stres. ODMK bisa jadi ODGK, pemicunya bisa dari bullying salah satunya," tuturnya, seusai Sosialisasi Rencana Aksi Daerah (RAD) Kesehatan Jiwa, di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta, Senin (19/11/2018).

Baca: Badan Perpustakaan dan Arsip DIY : Keluarga Ujung Tombak Tumbuhkan Minat Baca

Iva mengatakan bahwa mayoritas dari mereka yang mengalami masalah kejiwaan, baik ringan hingga berat, berusia produktif yakni 20-50 tahun.

"Wilayah sebaran kasus ini hampir rata. Misalkan di Tegalrejo dan Gondomanan," ucapnya.

Ia menjelaskan, di Gondomanan, penanganan untuk mereka yang mengalami gangguan kejiwaan dinilai sudah bagus.

Masyarakat sudah membentuk kelompok khusus masalah kesehatan jiwa yang ditangani lintas sektor, kader, hingga keluarga penderita.

"Mereka sangat solid. Tetangga juga ikut mengawasi," ucapnya.

Iva memastikan bahwa orang dengan gangguan jiwa bisa sembuh. Hal tersebut sudah terbukti dengan beberapa pasien gangguan jiwa yang saat ini berada di Dinas Sosial kondisi kejiwaannya berangsur membaik dan mereka sudah mampu memproduksi kerajinan untuk penghasilan mereka. (tribunjogja)

Penulis: kur
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved