Travel

Kembangkan Destinasi Wisata, Pemerintah Gandeng Perguruan Tinggi Pariwisata

Kembangkan Destinasi Wisata, Pemerintah Gandeng Perguruan Tinggi Pariwisata

Kembangkan Destinasi Wisata, Pemerintah Gandeng Perguruan Tinggi Pariwisata
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) menggelar workshop bertajuk 'Sinkronisasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata di Perguruan Tinggi Pariwisata di Hotel Indoluxe, Senin (19/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) menggelar workshop bertajuk 'Sinkronisasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata di Perguruan Tinggi Pariwisata di Hotel Indoluxe, Senin (19/11/2018).

Workshop yang berlangsung selama empat hari ini membahas mengenai empat materi, yakni Destinasi Pariwisata Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), RPL dan Akreditasi Mandiri.

Ketua Hildiktipari Suhendroyono mengatakan, Perguruan Tinggi Pariwisata di Indonesia akan dilibatkan secara langsung oleh pemerintah untuk menggarap destinasi secara baik, terukur dan terencana.

Baca: Mengenal Uyuk Akihiko, Remaja Asal Bantul yang Masuk Daftar 10 Peselancar Terbaik Asia

"Jadi tidak hanya 10 destinasi, akan dibangun lagi destinasi-destinasi yang baru, sehingga target pembangunan pariwisata pemerintah itu bisa terlaksana dengan baik," kata Suhendroyono.

Adapun pembahasan materi kedua yakni mengenai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), nantinya semua Perguruan Tinggi Pariwisata di Indonesia akan dibantu lewat pendanaan dari Kementerian Pariwisata.

Sehingga akan dibangun suatu Lembaga Sertifikasi Profesi.

"Itu yang membantu membangun para mahasiswa secara perlahan pada saatnya menjadi keluar dari perguruan tinggi sudah siap menjadi seorang profesional, sekarang kan hanya siap untuk menjadi pekekerja," lanjutnya.

Baca: Fenomena Backpackers, Begini Cara Thailand dan Hong Kong Mencegah Wisatawan Pengemis

Pembahasan ketiga yakni mengenai RPL. Menurut dia RPL ini sangat dibutuhkan karena dosen-dosen yang profesional di Perguruan Tinggi Pariwisata di Indonesia sangat kurang.

"Ada yang satu perguruan tinggi dosen pariwisata hanya enam padahal prodinya delapan. Setelah diselidiki tinggal enam maka itu butuh percepatan dosen-dosen itu," ujarnya.

Selain itu, dalam workshop ini juga membahas mengenai lembaga akreditasi mandiri.

Pembahasan mengenai akreditasi mandiri ini karena melihat dari sebanyak 4000 perguruan tinggi di Indonesia yang sudah terakreditasi baru sekitar 2000 perguruan tinggi.

Baca: Tokopedia Luncurkan Aplikasi Mitra Tokopedia untuk Warung Kelontong

"Sehingga pemerintah mengeluarkan suatu ketetapan ada namanya lembaga akreditasi mandiri bukan pemerintah tapi independen di luar BAN PT diberi kewenangan mengakreditasi prodi bukan instritusi," katanya.

Dengan adanya akreditasi mandiri ini diharapkan bisa membatu BAN PT untuk memberikan akreditasi. (tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved