Magelang

1581 Personel Disiagakan untuk Amankan Jalannya Borobudur Marathon 2018

Jumlah personel keamanan yang disiagakan tersebut meliputi unsur Polri, TNI, hingga Satpol PP

1581 Personel Disiagakan untuk Amankan Jalannya Borobudur Marathon 2018
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
Suasana gelar pasukan personel keamanan Polres Magelang, jelang Borobudur Marathon 2018, di di Lapangan Samodra Raksa, Komplek Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (17/11/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 1581 personel keamanan disiapkan untuk memperlancar jalannya Borobudur Marathon 2018, Minggu (18/11/2018) besok.

Jumlah tersebut meliputi unsur Polri, TNI, hingga Satpol PP, dengan fokus pengamanan di lokasi start dan finish, serta sepanjang jalur perlintasan.

Baca: 27 Pemandu Laju Disebar untuk Beri Semangat Peserta Borobudur Marathon 2018

Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, menyampaikan jumlah personel yang disiapkan tergolong cukup besar, mengingat agenda tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni full marathon, half marathon dan marathon 10K.

Pihaknya ingin memastikan, para peserta bisa berlari dengan nyaman.

"Ya, kita pastikan, jalur harus aman, steril, sehingga pelari nyaman dan tidak terganggu. Sistem penempatan personelnya, ada yang 100 meter per orang, lalu 50 meter per orang," katanya saat ditemui seusai gelar pasukan di Lapangan Samodra Raksa, Komplek Candi Borobudur, Sabtu (17/11/2018).

Kepada personel yang bertugas, Hari meminta supaya lebih jeli mengamati gerak-gerik setiap pengunjung, sebagai langkah antisipasi tindakan terorisme.

Ia tidak memungkiri, aksi pengeboman, atau penyerangan sporadis terhadap aparat Polri dan TNI, sebagai kerawanan yang paling utama.

"Apalagi, agenda ini sifatnya internasional. Jadi, bukan hanya media lokal dan nasional saja yang meliputnya, tapi juga media internasional. Kita menyadari, di Indonesia ini, masih ada kelompok teroris yang ingin menunjukkan eksistensinya," ucapnya.

"Langkah antisipasi sudah kita lakukan, dengan deteksi dini dan aksi. Tim penjinak bom juga kita siapkan. Personel yang bertugas pun akan dibekali senjata, baik api, maupun tumpul," imbuh mantan Kapolres Magelang Kota itu.

Mengenai rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan di sepanjang jalannya Borobudur Marathon 2018, Hari mengimbau kepada masyarakat, atau para pengguna jalan, agar memperhatikan informasi yang telah tersebar di media sosial, baik lewat akun Polres Magelang, maupun panitia penyelenggara.

"Silakan cek di instagram, dengan kata kunci Borobudur Marathon 2018, agar tidak terjebak dan bisa memilih jalur lain. Sebab, jalur perlintasan untuk pelari sudah disterilkan dua jam sebelum start, atau sekitar pukul 03.00 WIB, nanti ada petugas yang kita plot di sana" jelasnya.

"Tapi, ada juga jalur yang tidak kami tutup secara total, yang jalan provinsi ya, karena tidak ada alternatifnya. Misalnya, Jalan Magelang-Purworjo, yang ke arah Tempuran, kita pakai sistem buka tutup," pungkas Kapolres. (*)

Penulis: aka
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved