Sport

Aturan COP dan COT Diterapkan di Borobudur Marathon 2018

Pada edisi ke tujuh ini, penyelenggara bakal menerapkan aturan cut-off point (COP) dan cut-off time (COT).

Aturan COP dan COT Diterapkan di Borobudur Marathon 2018
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Race Director Borobudur Marathon 2018, Andreas Kansil (tengah), saat memberikan keterangan pers di Grand Artos Magelang, Jumat (16/11/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 10 ribu pelari dari berbagai penjuru tanah air bakal turut serta dalam Borobudur Marathon 2018, Minggu (16/11/2018).

Pada edisi ke tujuh ini, penyelenggara bakal menerapkan aturan cut-off point (COP) dan cut-off time (COT).

COP sendiri merupakan batas waktu minimal yang harus dicapai oleh peserta kategori tertentu, di satu titik lokasi, dalam rute lomba.

Sementara COT adalah batasan waktu terlama peserta lomba, untuk menyelesaikan jarak tempuh, atau menuju finish.

Baca: Usung Tema Raising Harmony, Borobudur Marathon 2018 Akan Gunakan Blue Line

Race Director Borobudur Marathon 2018, Andreas Kansil mengatakan, peraturan COP dan COT sejatinya sudah biasa dipakai dalam berbagai event marathon tingkat nasional lainnya.

Namun, ia menilai, sejauh ini, penerapannya masih cenderung kurang sempurna.

"Karena itu, di Borobudur Marathon 2018 ini, sejak awal kita sosialisasikan ke para peserta, kalau full marathon batas waktunya 7 jam, lalu half marathon maksimal 4 jam, sementara 10K batasnya 2 jam," katanya pada Tribunjogja.com, Jumat (16/11/2018).

Sedangkan untuk COP, Andreas mengimbuhkan, para peserta full marathon, harus mampu mencapai jarak tempuh 21 km, dalam tempo 4 jam, kemudian 35 km selama 6 jam.

Lalu, untuk half marathon, jarak tempuh 15 km harus dilalui para peserta dalam 3 jam.

"Dengan 4 jam dalam 21 km sudah sangat bersahabat, bisa dilalui dengan berjalan yang kecepatannya rata-rata 11 menit per km. Jadi, kita mulai dengan target yang memungkinkan dicapai. Mungkin saja, ke depan batas ini akan kita perpendek," ucapnya.

Baca: Jersey dan Medali Borobudur Marathon 2018 Resmi Diluncurkan

"Peserta yang tidak mampu mencapai COP dalam jangka waktu yang telah ditentukan, akan diangkut menggunakan shuttle," lanjut Andreas.

Diberlakukan penentuan waktu tempuh ini sekaligus bertujuan untuk menjaga rute agar tetap kondusif.

Pasalnya, selama digunakan sebagai area lomba, rute akan disterilkan, sehingga penduduk setempat, maupun pengguna jalan, tidak diperkenankan melintas.

"Jalan ini kan milik warga, milik masyarakat, kita pinjam jalur mereka. Kami memastikan, setelah setiap titik selesai, jalan akan dibuka kembali. Karena itu, dengan peraturan ini, para peserta kami minta mempersiapkan diri sebaik mungkin," cetusnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved