Sport

202 Taekwondoin Siap Bersaing di ESTA Open Tournament 2018

WTFC yang merupakan satu dari beberapa perguruan cikal bakal Taekwondo, ESTA secara konsisten menggelar latihan dan pertandingan.

202 Taekwondoin Siap Bersaing di ESTA Open Tournament 2018
martialartsguy.com
Ilustrasi Taekwondo 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk ke tujuh kalinya, Eagle Spirit Taekwondo Academy (ESTA) bakal menyelenggarakan Open Tournament, bertempat di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (17/11/2018), yang diikuti oleh lebih kurang 202 peserta.

Para peserta tersebut, tergabung ke dalam 19 tim, yang berasal dari berbagai daerah, antara lain Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, hingga Maluku. 

Baca: Koleksi Medali Kejuaraan Taekwondo, Begini Kisah Polwan Cantik dari Polres Bantul

Menariknya, sebagai member World Taekwondo Chungdokwan Federation (WTFC), yang merupakan satu dari beberapa perguruan cikal bakal Taekwondo, ESTA secara konsisten menggelar latihan dan pertandingan, yang masih bertipikal keras, seperti belasan tahun lalu.

Namun, peraturan pertandingannya tetap mengacu pada World Taekwondo (WT) Competition Rules 2018, dengan memakai Digital Scoring System.

Ketua Umum ESTA Indonesia, KPH Indrokusumo mengatakan, event ini dilangsungkan untuk menjalin kebersamaan dan persaudaraan sesama anggota.

Akan tetapi, turnamen juga terbuka untuk semua klub Taekwondo, dalam pengembangan, evaluasi dan meraih prestasi bersama.

"Bahwa reputasi sebuah kejuaraan bukan dari jumlah peserta dan peraihan medali. Namun, nilai lebih dari sebuah kejuaraan adalah tumbuhnya kebersamaan, persaudaraan, sportivitas dalam meraih prestasi," katanya pada Tribunjogja.com, Kamis (15/11/2018).

Baca: 750 Atlet Taekwondo Ambil Bagian di Kejuaraan Walikota Cup 2018

Indrokusumo juga berpesan, sebagai tuan rumah, Yogyakarta harus mampu bersikap ramah dan terbuka, serta bersahabat, terutama kepada seluruh peserta yang berasal dari luar daerah.

Sementara itu, Sekretaris Umum ESTA Indonesia, Yopie Wirawan Adibrata menyampaikan terimakasihnya, atas partisipasi dan kerja keras dari seluruh peserta, maupun panitia, dalam melaksanakan rangkaian kejuaraan ini.

Ia pun berharap ajang semacam ini bisa terus berkelanjutan.

"Ke depan kejuaraan dengan nuansa berbeda ini harus dilanjutkan, untuk mewadahi para taekwondoin yang mencintai taekwondo sebagai sebuah olahraga seni beladiri, bukan kompetisi semata," pungkasnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved