Pendidikan

UGM Siapkan Unit Pengolahan Limbah Batik Kayu

Proses pewarnaan batik kayu yang mengandung bahan kimia berbahaya perlu dikelola melalui unit pengolahan limbah.

UGM Siapkan Unit Pengolahan Limbah Batik Kayu
istimewa
Dosen Fakultas Geografi UGM, Dr Dyah Widiyastuti 

TRIBUNJOGJA.COM - Batik biasanya ditorehkan di atas kain, namun kita bisa menemukannya pada media kayu. 

Provinsi DIY memiliki dua desa wisata penghasil kerajinan batik kayu yakni Desa wisata Krebet, Pajangan, Bantul dan Desa Wisata Bobung, Gunungkidul.

Baca: Jenazah Zuiva Puspita Ningrum, Korban Lion Air JT610 Asal Yogyakarta Teridentifikasi Tim DVI

Kedua desa ini dikenal sebagai penghasil produk kerajinan tangan batik dari bahan kayu.

Meski dari usaha kerajinan ini memberikan dampak perekonomian masyarakat setempat namun produksi kerajinan batik kayu ini masih mengandalkan permintaan pasar yang berlaku musiman untuk diekspor atau dijual di dalam negeri.

Baca: Penuhi Kebutuhan Ahli di Bidang Sanitasi dan Lingkungan, UGM akan Buka Program Studi Baru

Isu lingkungan menjadi tantangan bagi usaha kerajinan batik kayu ini untuk di masa mendatang.

Pasalnya penggunaan pewarna batik dan limbah kerajinan kayu batik mengandung bahan kimia sehingga perlu untuk diatasi agar isu lingkungan tidak menjadi hambatan dalam memperluasnya jangkauan produk tersebut di luar negeri.

Dosen Fakultas Geografi UGM, Dr Dyah Widiyastuti menyampaikan penelitiannya mengenai limbah pengolahan batik kayu ini, memang belum terjadi kerusakan lingkungan yang disebabkan dari buangan  limbah kerajinan tersebut.

Oleh karana itu, proses pewarnaan batik kayu yang mengandung bahan kimia berbahaya perlu dikelola melalui unit pengolahan limbah.

“Sementara ini kedua desa ini belum memiliki unit pengolahan limbah baik limbah cair maupun padat,” kata Dyah dalam Diskusi soal pengembangan pariwisata batik kayu di Pusat Studi Pariwisata UGM, Senin (12/11/2018).

Ia menerangkan desa wisata batik kayu di Krebet Bantul dan Bobung, Gunungkidul, merupakan jenis wisata minat khusus.

Halaman
123
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved