Yogyakarta

Kemenag Kanwil DIY Gandeng PWI DIY Deklarasikan Diri Wujudkan Jurnalisme Santun

Melalui deklarasi ini diharapkan dapat menjadikan pemilu 2019 yang damai dan bermartabat.

Kemenag Kanwil DIY Gandeng PWI DIY Deklarasikan Diri Wujudkan Jurnalisme Santun
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Ngopi bareng Kemenag Kanwil DIY bersama PWI DIY di Merapi Resto Yogyakarta, Selasa (13/11/2018) malam dalam rangka mewujudkan jurnalisme santun menuju pemilu 2019 damai dan bermartabat. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Agama Kantor Wilayah DIY menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY mendeklarasikan diri mewujudkan jurnalisme santun di Merapi Resto, Selasa (13/11/2018) malam.

Hal ini menjadi respon terhadap menjelangnya pesta demokrasi atau pemilu 2019.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjoggja.com, melalui deklarasi ini diharapkan dapat menjadikan pemilu 2019 yang damai dan bermartabat.

Maraknya hoax dan isu sara yany digunakan untuk memprovokasi masyarakat menjadi latar belakang pentingnya mewujudkan jurnalisme santun ini.

Baca: Rakernas SIWO PWI Digelar di Yogyakarta

"Peran media mainstream itu cukup sentral dalam menyebarkan informasi. Namun realitanya media mainstream sedikit terjebak pada isu hoax dan ikut menyebarkan, ada sekira 15 persen media yang terjebak," kata Drs Sihono MSi, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia DIY dalam kesempatan tersebut.

Pihaknya berharap, dengan deklarasi ini media tetap terus berpegang teguh pada kode etik dan undanh-undang sehingga kualitas informasi dan kevalidan informasi tetap terjaga.

"Peran media adalah untuk mencerdaskan masyarakat. Dengan cerdas, masyarakat akan lebih cermat memilah informasi, tidak terombang ambing dan diseret ke arah yang diinginkan oleh penguasa," katanya lagi.

Ada sekira lima poin utama yang menjadi hal penting dalam deklarasi jurnalisme santun.

Diantaranya yakni pernyataan sikap Setia kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, Serta Menjunjung Tinggi Profesionalisme dan kode etik jurnalistik.

Turut serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam pembuatan dan penyampaian berita,

Mendukung Pemilu 2019 berlangsung secara damai, aman dan kondusif serta bersikap netral untuk tidak berpihak pada calon manapun dalam Pileg dan Pilpres.

Menolak segala bentuk politik uang maupun kampanye hitam yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Dan yang terakhir Menolak radikalisme, terorisme, berita hoax, ujaran kebencian, intimidasi, provokasi, adu domba, intoleransi, Isu SARA dan tindakan anarkis.

"Dengan ini kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga solidaritas dan sinergitas pemerintah daerah di DIY, TNI dan Polri, Penyelenggara Pemilu, Aparat Penegak Hukum, OKP, Ormas, LSM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta elemen bangsa lainnya guna menciptakan suasana kondusif di DIY," pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved