Pendidikan

Pimpinan Balairung Press Buka Suara tentang Reportase Kasus Agni

Lewat reportase ini, Balairung Press ingin memotivasi para penyintas agar berani mengungkapkan kasus pelecehan yang dialaminya

Pimpinan Balairung Press Buka Suara tentang Reportase Kasus Agni
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Sekretariat BPPM Balairung di kompleks Universitas Gadjah Mada (UGM) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pimpinan Umum Balairung Press buka suara soal reportase kasus pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswi FISIPOL dan Teknik UGM.

Saat ditemui pada Minggu (11/11/2018) di Sekretariat BPPM Balairung, Unies Ananda selaku Pimpinan Umum menceritakan bagaimana kisah Agni (bukan nama sebenarnya) terangkat.

"Kami sudah mendengar desas-desusnya sejak usai KKN pada Juli 2017, lalu mendapatkan konfirmasi kebenarannya pada Februari 2018," ujar Unies pada Tribunjogja.com.

Ia menuturkan, konfirmasi tersebut didapat dari seorang pejabat DPKM UGM, saat mereka melakukan reportase program KKN.

Sementara Agni, menurut Unies, baru bersedia diwawancara pada Agustus 2018.

Baca: Pelecehan di UGM, Ombudsman RI : Penangananya Seperti Kasus Pencurian Permen

Itu pun melalui proses yang cukup lama lantaran penyintas saat itu masih belum siap untuk bicara.

Terkait pelaku, Unies menyatakan memang sengaja tidak memberikan ruang untuk bicara.

Sebab mengikuti hasil investigasi tim independen pada Juli 2018.

"Sebab hasil investigasi sudah menyatakan bahwa yang bersangkutan memang bersalah," kata Unies.

Lewat reportase ini, Unies bertujuan ingin memotivasi para penyintas agar berani mengungkapkan kasus pelecehan yang dialaminya, antara lain yang sudah terjadi di UGM namun tidak pernah terungkap secara terang benderang.

"Kesamaan dari kasus-kasus ini adalah para penyintas sulit bicara karena adanya tekanan dari banyak pihak," jelas Unies. (*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved